TVRINews, Jakarta
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan sampah, pengurangan emisi, serta pemanfaatan potensi ekonomi karbon. Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.
Menurut Jumhur pengelolaan lingkungan harus diarahkan tidak hanya untuk mengurangi dampak, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui inovasi.
"Gas metan dari tumpukan sampah sangat berbahaya, namun jika dikelola dengan baik, gas metan bisa ditangkap, diubah menjadi energi, dan menghasilkan unit karbon yang bernilai ekonomi. Melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), pengurangan emisi tersebut dapat dicatat dan dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pengelolaan lingkungan di daerah," kata Jumhur, dikutip dari siaran persnya, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia menambahkan, berbagai aktivitas lingkungan seperti pengelolaan sampah menjadi energi, penanaman pohon, hingga rehabilitasi mangrove dapat menghasilkan pengurangan emisi yang memiliki nilai ekonomi melalui mekanisme perdagangan karbon.
Selain mendorong inovasi lingkungan, Jumhur menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan. Menurutnya, kepatuhan seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga kualitas lingkungan.
"Kami tidak akan segan menindak tegas pelanggaran lingkungan. Kepatuhan terhadap aturan harus menjadi komitmen bersama," pungkasnya.










