TVRINews, Lumajang
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat pada Kamis, 27 Agustus 2026 dini hari. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat meluncurkan guguran lava pijar sebanyak tiga kali.
Berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, jarak luncuran terjauh mencapai 1,5 kilometer dari puncak kawah. Guguran lava pijar bergerak ke arah tenggara menuju kawasan Besuk Kobokan.
Selain guguran lava, aktivitas erupsi juga tercatat sebanyak 13 kali. Kolom abu hasil letusan teramati setinggi sekitar 100 hingga 500 meter di atas puncak, dengan warna abu kelabu tebal yang bergerak condong ke arah timur.
Petugas PGA Semeru Yadi Yuliandi mengatakan aktivitas tersebut menunjukkan gunung masih berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai masyarakat.
“Pada pengamatan dini hari, tercatat tiga kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum sekitar 1.500 meter ke arah tenggara,” ujar Yadi dalam laporan tertulis, Kamis, 27 Agustus 2026.
Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor berbahaya dengan jarak 13 kilometer dari puncak kawah.
Petugas juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas guguran. Ancaman lain yang perlu diantisipasi adalah banjir lahar, terutama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang sungai yang berhulu di kawasan puncak Semeru.
“Masyarakat kami minta tidak beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak kawah. Warga juga harus mewaspadai kemungkinan awan panas guguran dan banjir lahar di sepanjang aliran sungai,” kata Yadi.
Petugas mengingatkan masyarakat untuk mengikuti rekomendasi keselamatan dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya. Kondisi aktivitas Gunung Semeru akan terus dipantau untuk mengantisipasi perkembangan erupsi maupun potensi bahaya susulan.










