TVRINews, Merauke
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawalan sentra produksi pangan strategis nasional di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, guna menjaga keberlanjutan produksi dan mendukung target ketahanan serta swasembada pangan nasional.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pemantauan langsung kondisi pertanaman dan panen di sejumlah kawasan produksi padi. Pengawasan merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar setiap potensi kendala produksi dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi produksi pangan di Merauke tetap terjaga sekaligus memetakan berbagai faktor yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian.
"Kami turun langsung untuk memetakan, jika memang terjadi penurunan produksi, apa penyebab utamanya. Setelah bersama-sama meninjau tiga lokasi tadi, memang ditemukan adanya penurunan produksi, namun kondisinya tidak signifikan dan bukan gagal panen total (puso)," ujar Hermanto dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman Kementerian Pertanian, Senin, 1 Juni 2026.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah tingginya curah hujan pada musim rendengan yang berpotensi meningkatkan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Karena itu, Kementan terus memperkuat langkah mitigasi agar produktivitas lahan pertanian tetap terjaga.
Berbagai upaya yang dilakukan antara lain optimalisasi dan perbaikan jaringan irigasi, penggunaan varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi genangan maupun banjir, penguatan pendampingan budidaya oleh penyuluh pertanian, hingga percepatan penanganan berbagai kendala di lapangan.
Selain itu, pengendalian OPT juga terus diperkuat melalui pendekatan pengendalian terpadu yang melibatkan petani, penyuluh, dan dinas teknis daerah. Ketersediaan sarana pengendalian yang sesuai dengan karakteristik serangan hama dan penyakit di wilayah Merauke menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi pertanaman di tengah tingginya curah hujan.
Kemudian, Hermanto menegaskan bahwa koordinasi dan konsolidasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian di sentra pangan nasional tersebut.
"Teman-teman di lapangan sudah mulai mengonsolidasikan gerakan untuk memastikan serangan hama dapat diminimalisir ke depannya. Hama memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi sangat bisa dikendalikan agar tidak sampai terjadi ledakan kasus," ucapnya.










