TVRINews, Jakarta
World Conference on Creative Economy (WCCE) menampilkan karya dan kearifan lokal perempuan Indonesia Timur melalui instalasi bambu dan demonstrasi menenun. Kehadiran karya tersebut menjadi salah satu upaya memperlihatkan kontribusi perempuan dalam mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar mengatakan, salah satu bentuk konkret pemberdayaan perempuan dalam WCCE diwujudkan melalui kolaborasi dengan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan.
Kolaborasi tersebut menghadirkan Mama-mama Bambu di Ashta Creative Village 1. Instalasi bambu yang ditampilkan tidak hanya memperlihatkan struktur bambu, tetapi juga merepresentasikan kehidupan sehari-hari perempuan di Indonesia Timur.

(Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah) (TVRINews/Krisafika Taraisya))
"Kita bukan hanya memperlihatkan struktur bambu, tapi dari setiap elemen yang ada di dalam struktur tersebut, itu mencerminkan kehidupan sehari-hari para wanita yang ada di Indonesia Timur," ujar Irene kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers usai sesi pleno WCCE 2026 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.
Selain instalasi bambu, WCCE juga menghadirkan Mama Ros dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperlihatkan kesehariannya dalam menenun.
Irene menjelaskan, tenun tidak semata-mata dipandang sebagai kain atau komoditas, tetapi juga sebagai hasil karya perempuan penenun yang membawa nilai budaya dan kearifan lokal Indonesia.
"Itulah tenunan, itu adalah tenunan cinta dari Indonesia supaya pada saat orang melihat tenunan, mereka tidak akan melihat ini hanya sebuah kain atau komoditas, tapi ini adalah weavers, women weavers, salah satu program yang dicanangkan oleh Bu Vero," ucapnya.
Sebagai informasi, World Conference on Creative Economy (WCCE) merupakan inisiatif Indonesia yang dimulai pada 2018 di Bali. Penyelenggaraannya kemudian berlanjut di Dubai pada 2021, Bali pada 2022, Tashkent pada 2024, dan kembali ke Jakarta pada 2026. Keberlanjutan forum ini menunjukkan upaya Indonesia dalam mengawal diplomasi ekonomi kreatif di tingkat internasional.
WCCE 2026 mengusung tema "Inclusively Creative: Collective Continuity" yang mendorong kolaborasi untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu merespons dinamika global.
Agenda utama WCCE 2026 berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski dan CGV Grand Indonesia, Jakarta. Rangkaian kegiatan meliputi Friends of Creative Economy Meeting pada 21 Oktober, Ministerial Meeting pada 22 Oktober, serta sesi pleno, Creative Sessions, dan B2B Matchmaking pada 22–23 Oktober 2026.
Selain konferensi utama, masyarakat juga dapat menikmati rangkaian Creativillage pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang pengalaman kreatif yang menghadirkan karya dan aktivitas dari berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Rangkaian Creativillage meliputi Soul of Indonesia di Akasta SCBD pada 21 Oktober, Village One di Ashta District 8 dan Village Two di MGP Space, SCBD Park pada 21–25 Oktober, serta WCCE Weekland di SCBD Park pada 24–25 Oktober 2026.
Berbagai kegiatan tersebut menghadirkan karya dari subsektor seni, desain, fesyen, literatur, permainan, teknologi, kuliner, kekayaan intelektual, hingga produk kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.










