
Foto: Serambi Soekarno (TVRINews)
Writer: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Di kabupaten Ende yang terletak di pesisir selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur terdapat sebuah tempat bersejarah yang menjadi saksi lahirnya gagasan dasar negara Indonesia, Pancasila.
Tempat itu adalah Serambi Soekarno yang kini menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus ruang refleksi kebangsaan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, menunjukkan salah satu sudut rumah pengasingan Soekarno yang kini dijadikan museum, terdapat sebuah instalasi menarik berupa patung Bung Karno tengah duduk santai di kursi.
Di belakangnya, terpampang latar merah putih dengan lambang Garuda Pancasila dan kelima sila yang menjadi fondasi ideologi bangsa Indonesia. Peta Indonesia juga tampak tergambar jelas, memperkuat pesan kebangsaan yang terpancar dari ruang tersebut.
Patung Soekarno tersebut bukan sekadar dekorasi. Ia merepresentasikan sosok proklamator dalam masa perenungan selama pengasingan di Ende (1934–1938), di mana Soekarno mulai menggagas dan merumuskan nilai-nilai dasar yang kelak menjadi Pancasila.
Dalam keterbatasan gerak, Bung Karno justru menemukan ruang untuk berpikir dan merenung tentang arah bangsa yang akan merdeka.
Instalasi ini juga menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung, terutama pelajar dan peneliti sejarah yang ingin menyelami jejak pemikiran Bung Karno.
Dengan latar belakang simbol negara dan teks Pancasila, para pengunjung diajak untuk tidak hanya mengenang, tapi juga menghayati kembali nilai-nilai kebangsaan yang mulai terkikis zaman.
Selain patung dan instalasi dinding, museum ini juga menyimpan berbagai peninggalan pribadi Soekarno selama masa pengasingan, termasuk meja kerja, buku-buku, serta lukisan yang menggambarkan kehidupannya di Ende.
Serambi Soekarno di Ende menjadi bukti nyata bahwa sejarah besar dapat lahir dari tempat yang sederhana. Di sinilah awal mula gagasan besar tentang persatuan, keadilan, dan kemanusiaan digali, dirumuskan, dan kelak menjadi napas bangsa Indonesia yang merdeka.
Baca Juga: Pemuda Ende Gelar Festival Uwi Kaji untuk Dukung Petani Singkong
Editor: Redaktur TVRINews
