TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang) menyebut jika literasi keuangan bagi generasi muda di tengah pesatnya perubahan global sangat penting. Hal ini, diungkapkan dalam kegiatan Kick Off Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Risbang Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menilai bahwa tantangan global dan perkembangan teknologi menuntut generasi muda untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan.
“Literasi keuangan menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat,” ujarnya kutip Rabu, 20 Mei 2026.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika pemahaman finansial mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan pemasukan dan pengeluaran, kebiasaan menabung, hingga kemampuan berinvestasi dan mengenali risiko.
Menurutnya, investasi terbaik yang dapat dilakukan generasi muda adalah pada peningkatan kapasitas diri, baik melalui pendidikan maupun pengembangan keterampilan.
“Ketika pengetahuan dan keterampilan diperkuat, lalu didukung dengan pemahaman finansial yang baik, maka akan lahir generasi yang inovatif dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Kepala DLIK OJK, M. Ismail Riyadi, menekankan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa di era digital, risiko kejahatan keuangan seperti penipuan online, pinjaman ilegal, dan investasi bodong semakin meningkat.
“Literasi keuangan bukan sekadar memahami uang, tetapi juga kemampuan melindungi diri dari berbagai risiko keuangan,” ujarnya.
Melalui Bulan Literasi Keuangan 2026, pemerintah bersama OJK dan pelaku industri berupaya memperluas edukasi keuangan secara masif dan berkelanjutan.
Kemdiktisaintek pun menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang sains dan teknologi, tetapi juga cakap secara finansial sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.










