TVRINews, Jakarta
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah memberikan penghormatan pangkat anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah, yang gugur saat menjalankan operasi pengungkapan kasus peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Di mana, penghargaan tersebut diberikan kepada Ipda Anumerta Yudhie, Aipda Anumerta Sumariyanto, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana.
Selain itu, pangkat anumerta ini diberikan sebagai bentuk atas pengabdian mereka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta.
Insiden yang menewaskan ketiga personel itu bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menuturkan, mendapatkan informasi tersebut kemudian tim bergerak menuju lokasi untuk melakukan penangkapan. Namun, upaya tersebut mendapat perlawanan dari sejumlah orang di lokasi.
Situasi semakin memanas ketika keluarga terduga pelaku bersama sejumlah warga diduga ikut menyerang petugas menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, dan berbagai benda berbahaya lainnya.
Di tengah situasi tersebut, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Sebanyak sembilan anggota berhasil dievakuasi, sementara tiga personel gugur saat menjalankan tugas.
Atas kejadian tersebut, ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya ketiga personel tersebut. Menurutnya, mereka telah menunjukkan dedikasi dan keberanian dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika.
“Polri menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga personel terbaik Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika. Mereka adalah Bhayangkara sejati yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026
Ia menegaskan, pemberian Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta merupakan bentuk penghormatan negara dan institusi Polri atas jasa serta pengabdian para personel yang gugur saat menjalankan tugas.
“Penganugerahan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta merupakan penghormatan negara dan institusi Polri atas jasa serta pengabdian almarhum dalam menjalankan tugas. Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan,” katanya.
Selain memberikan penghargaan anumerta, Polri memastikan akan mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Johnny juga menegaskan institusi akan memberikan pendampingan serta memastikan hak-hak keluarga ketiga personel yang gugur terpenuhi.
“Polri berkomitmen mengusut secara profesional seluruh rangkaian peristiwa ini. Kami juga memastikan hak-hak keluarga para personel yang gugur dipenuhi sebagai bentuk tanggung jawab institusi kepada anggota yang telah mengabdikan diri hingga akhir hayatnya,” tutup Johnny.










