Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan peluncuran Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSP-PU) yang berlangsung di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jalan Letjend S. Parman Kav. 87 Slipi, Jakarta Barat pada Senin, 6 Mei 2024.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi turut menyampaikan bahwa dalam menyiapkan para penduduk usia produktif kedepannya, harus melakukan perencanaan dan diperbaiki agar penduduk usia produktif tersebut dapat dipersiapkan guna membawa Indonesia menjadi negara maju
"Kalo kita bisa menyiapkan, itu yg akan membawa indonesia menuju negara maju. Tetapi 68 persen usia produktif itu percuma, akan percuma kalo kesehatannya tidak baik. Oleh sebab itu betul-betul kita harus menyiapkan ini, harus merencanakan ini, harus merombak hal-hal yg kurang harus kita perbaiki, semuanya," ucap Presiden Jokowi.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menyampaikan bahwa dalam sejumlah kunjungannya ke berbagai wilayah di Indonesia, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa sering mendapatkan keluhan dari masyarakat yang utamanya di Provinsi Kepulauan dimana kekurangan dokter spesialis.
"Tapi selalu keluhan di daerah utamanya di provinsi kepulauan selalu adalah dokter spesialis yg tidak ada. ini menjadi PR besar kita menurut saya," jelasnya.
Kepala negara juga menuturkan bahwa berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan yang menyebutkan terkait dengan kurangnya dokter spesialis sebanyak 29 ribu, Presiden berharap hal tersebut dapat diatasi.
"Dokter spesialis masih kurang 29 ribu, jumlah yg tidak sedikit. Ini yg harus segera diisi, jangan sampe peralatan yg tadi sudah sampai di kab kota, sudah sampai di provinsi, tidak berguna gara-gara dokter spesialisnya yg tidak ada. Dan juga kita baru mampu mengeluarkan 2700 dokter spesialis per tahun. Artinya memang sangat kurang sekali," jelasnya.
Jokowi juga mengeluhkan mengenai persebaran dokter spesialis yang tersentralisasi di Pulau Jawa. Dia berharap dokter spesialis dapat segera tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Dia menyebut 59 persen dokter spesialis saat ini bekerja di Jawa.
“Ditambah lagi distribusinya yang tidak merata, rata-rata semuanya dokter spesialis pada di Jawa dan di kota,” ucap Kepala Negara.
Menurut dia, untuk memulai program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit pendidikan sebagai penyelenggara utama perlu keberanian dan tekad. Karena Jokowi mengaku ada banyak tantangan saat akan memulai program tersebut.
“Saya diberi masukan harus begini pak, biasanya begini pak. Sekarang enggak, kita harus berani memulai," tandasnya.
Baca Juga: Menlu Retno Undang Gambia Hadir di Indonesia-Africa Forum ke-2 September Mendatang
Editor: Redaktur TVRINews
