
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (kiri) (TVRINews/Krisafika Taraisya)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih mahalnya harga obat di Indonesia dibandingkan negara lain. Hal tersebut dinilai berkaitan dengan persoalan sistem yang perlu dibenahi di sektor kesehatan.
Hal itu disampaikan Budi usai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penguatan pencegahan korupsi di lingkungan Kemenkes.
Menurut Budi, perbedaan harga obat antara Indonesia dan negara lain seperti Malaysia menjadi salah satu indikasi perlunya pembenahan sistem di sektor kesehatan.
"Yang paling banyak dirasakan masyarakat itu harga obat mahal. Kita sama Malaysia kok berbeda? Kenapa Malaysia bisa jauh lebih murah, sementara kita bisa semahal itu? Jadi ini secara sistemik mesti diberesin," kata Budi kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan berbagai aspek, mulai dari proses pengadaan, perencanaan, hingga prosedur di sektor kesehatan yang perlu diperbaiki.
Baca Juga: Setyo: Kerja Sama KPK–Kemenkes Harus Ada Tindak Lanjut Nyata
Selain itu, Budi juga menyinggung masih adanya kasus korupsi di sektor kesehatan yang melibatkan aparat pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
"Banyak orang yang kerja di kementerian kesehatan atau dinas kesehatan di daerah yang ditangkap oleh KPK atau Kejaksaan. Artinya harus ada mitigasi dan intervensi di sana, bagaimana pengadaannya, perencanaannya, prosedurnya seperti apa," ucapnya.
Kemudian Budi menilai, meskipun penindakan hukum penting sebagai efek jera, perbaikan sistem juga harus dilakukan agar kasus serupa tidak terus berulang.
Melalui kerja sama dengan KPK, Kemenkes berharap dapat memperkuat pengawasan sekaligus memperbaiki tata kelola di sektor kesehatan, sehingga layanan kesehatan bagi masyarakat dapat berjalan lebih baik dan transparan.
Editor: Redaktur TVRINews
