TVRINews – Jakarta
Otoritas memperkuat regulasi pemotongan higienis dan kesejahteraan hewan untuk memastikan keamanan pangan nasional.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi memperkuat protokol pelaksanaan ibadah kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Strategis ini diambil guna menjamin aspek kesehatan masyarakat, kehigienisan daging, serta kepatuhan terhadap prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare) dan syariat Islam.
Dalam sosialisasi bertajuk "Kurban Sehat dan Bermanfaat" yang digelar di Jakarta, pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, praktisi veteriner, dan penyelenggara kurban di lapangan.
Upaya ini merujuk pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014 yang mengatur standar ketat mulai dari pra-penyembelihan hingga distribusi.
Standardisasi Kapasitas Panitia
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, I Ketut Wirata, menegaskan bahwa edukasi bagi panitia kurban adalah kunci keberhasilan penyelenggaraan tahun ini.
Menurutnya, pemahaman mengenai kriteria hewan yang layak serta prosedur pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah penyembelihan (ante mortem dan post mortem) menjadi sangat krusial.
"Peningkatan kompetensi panitia diperlukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan hewan yang sehat dan sesuai syariat, tata kelola fasilitas pemotongan, hingga aspek kebersihan peralatan," ujar I Ketut Wirata yang di kutip Jumat 15 Mei 2026.
Aspek Kesejahteraan dan Teknis Penyembelihan
Senada dengan kebijakan pemerintah, pakar dari IPB University turut menyoroti teknis penanganan hewan kurban. S
upratikno, pengajar di Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB sekaligus pelatih juru sembelih halal, mengingatkan pentingnya perlakuan manusiawi terhadap hewan sebelum disembelih.
Ia menyarankan agar hewan dipuasakan selama maksimal 12 jam sebelum prosesi namun tetap mendapatkan akses air minum.
Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas metabolisme hewan dan memastikan kualitas daging tetap optimal.
“Prinsipnya, hewan boleh lapar namun tidak boleh kelaparan. Jika masa penampungan melebihi durasi tersebut, pemberian pakan wajib dilakukan kembali guna menghindari stres pada hewan yang dapat menurunkan kualitas produk,” jelas Supratikno yang dikuitp oleh laman resmi Kementan RI.
Manajemen Higienitas Daging
Selain proses penyembelihan, manajemen limbah dan pemilahan produk kurban menjadi perhatian serius. Denny Widaya Lukman, Dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner IPB, menekankan pentingnya pemisahan area penanganan daging dari area jeroan untuk mencegah kontaminasi silang.
"Kebersihan lokasi pencacahan harus terjaga. Sangat penting untuk memisahkan jeroan merah seperti hati dan jantung dari jeroan hijau atau saluran pencernaan guna memastikan daging yang sampai ke tangan masyarakat tetap aman untuk dikonsumsi," terang Denny.
Melalui pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap perayaan Iduladha 1447 Hijriah dapat berlangsung secara tertib.










