TVRINews – Kalimantan Selatan
Pemerintah Pastikan Fokus Penyelamatan Korban Insiden Laut Jawa.
Operasi kemanusiaan skala besar digelar di Laut Jawa setelah kapal penumpang Virgo Transport 8 mengalami insiden fatal pada Minggu 13 september 2026. Otoritas SAR gabungan mengonfirmasi sebanyak 113 orang berhasil dievakuasi dari total ratusan jiwa yang berada di dalam kapal tersebut.
Berdasarkan data resmi tim penyelamat, insiden ini mengakibatkan enam korban jiwa. Sementara itu, 107 penumpang lainnya Hingga sore waktu Indonesia Barat dinyatakan selamat, dengan satu di antaranya menderita luka serius dan memerlukan perawatan medis intensif.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen yang bergerak cepat di lapangan, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), jajaran TNI dan Polri, serta unsur pemerintah daerah.
“Kami berharap seluruh penumpang yang selamat kondisinya baik sehingga dapat kembali ke keluarga dengan segera dan dengan kondisi yang baik juga,” ujar Dudy, dalam konferensi pers penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu september 2026.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii merinci bahwa proses evakuasi melibatkan sejumlah kapal komersial dan armada penyelamat yang berada di sekitar jalur pelayaran tersebut. Armada seperti TB Mauhau IX, TB TCP, MV Haida, dan KM Cahaya Bahari bahu-membahu mengevakuasi para korban menuju pelabuhan tujuan di Banjarmasin.
Dalam catatan operasional, TB Mauhau IX mengevakuasi 14 penyintas, satu korban meninggal, dan satu korban luka berat. Sementara itu, TB TCP membawa satu orang selamat beserta lima jenazah. Evakuasi terbesar dilakukan oleh MV Haida yang mengangkut 69 penyintas, disusul KM Cahaya Bahari dengan 22 korban selamat.
Kapal Virgo Transport 8 sendiri dilaporkan kehilangan kontak pada pukul 02.00 Wita di perairan Laut Jawa. Kapal tersebut memulai pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin sehari sebelumnya dengan mengangkut total 243 orang di atas geladak.
Saat ini, koordinasi lanjutan terus dilakukan di pelabuhan Banjarmasin guna memastikan pendataan dan penanganan medis berjalan optimal bagi seluruh korban yang tiba. Basarnas juga mengerahkan tambahan armada laut serta pemantauan udara guna mempercepat proses pencarian lanjutan di sekitar lokasi kejadian.










