TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membeberkan komitmennya untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah. Pemerintah terus mengerahkan puluhan ribu personel satgas darat dan armada udara guna mempercepat pemadaman titik api serta meminimalkan dampak asap terhadap masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam Konferensi Pers Update Perkembangan Penanganan Karhutla di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI, Jakarta, Kamis 17 September 2026.
“Tentu kita prihatin atas kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah. Di Kalimantan Barat kemarin tercatat 7 titik api dengan luas lahan terbakar 122,9 hektare, dan berhasil dipadamkan 65,6 hektare lebih,” kata Berton.
Untuk mendukung penanganan di Kalimantan Barat, pemerintah menerjunkan 14.759 personel satgas darat, lima unit pesawat patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta sembilan unit helikopter waterbombing. Bantuan helikopter Chinook dari Jepang juga telah beroperasi membantu pemadaman udara.
Berton memaparkan bahwa di Kalimantan Tengah tercatat 218 hektar lahan terbakar dengan 94 titik api, di mana 108,7 hektar berhasil dipadamkan oleh 4.686 personel darat serta delapan armada udara. Sementara di Kalimantan Selatan, terdapat 36 titik api dengan luas lahan terbakar 131 hektar dan 96,8 hektar di antaranya telah padam lewat penanganan 3.747 personel.
Di Pulau Sumatra, cakupan kebakaran hutan dan lahan meluas di beberapa provinsi prioritas, mencakup Sumatra Selatan, Jambi, dan Riau.
“Untuk Sumatra Selatan, luas lahan terbakar 531 hektar lebih dengan 24 titik api, yang berhasil dipadamkan 240 hektar. Satgas darat yang kita terjunkan ada 11.026 orang, sedangkan satgas udara ada 2 unit pesawat patroli dan 7 unit heli waterbombing,” ujarnya.
Untuk Provinsi Jambi, ditemukan 39 titik api dengan luas terbakar 106 hektar, di mana 65 hektar berhasil dipadamkan oleh 5.984 personel. Sementara di Riau, luas lahan terbakar mencapai 53 hektar dari 21 titik api dengan 29 hektar telah dipadamkan oleh 14.382 personel satgas darat. Minimnya pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Sumatra membuat Operasi Modifikasi Cuaca belum dapat dilaksanakan secara optimal.
Selain enam provinsi prioritas, BNPB bersama tim gabungan juga menangani pemadaman karhutla di Kawasan Bromo dan Gunung Butak yang didukung satu helikopter waterbombing. Penanganan Karhutla di TPA Putri Cempo Jawa Tengah telah berhasil dikendalikan, sedangkan pemadaman terus diupayakan di Kabupaten Lingga Kepulauan Riau (106 hektar) dan Kabupaten Kolaka Sulawesi Selatan (423 hektar).
Guna mengantisipasi meluasnya kebakaran, BNPB meminta seluruh pihak mematuhi regulasi pencegahan yang telah diterbitkan pemerintah pusat.
“Kami imbau seluruh pemda dan dunia usaha melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang penegakan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Selain itu, ada Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026 serta Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2026 untuk mengantisipasi kebakaran di TPA,” tegas Berton.
Masyarakat terdampak diimbau agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api.
“Kami imbau masyarakat terdampak untuk menggunakan masker. Seluruh masyarakat juga kami minta tidak melakukan hal yang memicu kebakaran seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Jika melihat potensi kebakaran, segera lapor ke call center 117 atau BPBD setempat,” pungkasnya.










