TVRINews – Jakarta
Kemitraan strategis perguruan tinggi siber dengan raksasa teknologi global fokus memperkuat penguasaan kecerdasan buatan bagi generasi muda.
Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan kembali diperluas melalui keterlibatan lebih dari 6.000 mahasiswa dalam program pelatihan digital bersama Google.
Inisiatif ini dirancang untuk mengakselerasi penguasaan kompetensi digital sekaligus menjawab kebutuhan industri masa depan yang semakin bergantung pada otomatisasi dan sistem cerdas.
Program pelatihan yang mencakup sertifikasi internasional serta modul pengembangan tingkat lanjut tersebut diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum akademik. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan standar keterampilan mahasiswa selaras dengan dinamika perkembangan teknologi global yang bergerak cepat.
Pihak manajemen Universitas Siber Asia (UNSIA) menyatakan bahwa adopsi teknologi mutakhir tidak lagi sekadar pilihan, melainkan fondasi utama dalam sistem pendidikan tinggi. Kehadiran pakar teknologi internasional dari luar negeri juga dilibatkan secara berkala untuk memperkuat kualitas riset serta kedalaman materi pembelajaran berbasis sistem cerdas.
Rektor UNSIA, Jan Youn Cho, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons proaktif terhadap pergeseran lanskap teknologi global. Menurutnya, institusi pendidikan saat ini memikul tanggung jawab untuk tidak sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi inkubator bagi SDM yang mampu menguasai teknologi masa depan.
"Kami sedang mentransformasi diri secara menyeluruh untuk menjadi universitas inovator AI. Dengan pelatihan terstruktur bagi dosen maupun mahasiswa serta keterlibatan pakar kelas dunia, kami berkomitmen memastikan seluruh civitas akademika memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan," ujar Jan Youn Cho.
Selain fokus pada penguasaan teknologi di perkotaan, arah pengembangan talenta digital ini juga didorong untuk menjawab berbagai tantangan riil di masyarakat, termasuk sektor pedesaan. Integrasi sistem digital diharapkan mampu menciptakan solusi praktis bagi efisiensi layanan publik hingga sektor penunjang ekonomi daerah.
Pendekatan kurikulum yang adaptif ini turut tecermin dalam capaian lembaga pendidikan tersebut pada pemeringkatan inovasi global tahun 2026, di mana institusi terkait berhasil masuk dalam jajaran 20 besar dunia untuk kategori inovasi kurikulum masa depan versi World University Rankings for Innovation (WURI).









