TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i mengajak anak-anak Indonesia memanfaatkan kesempatan belajar untuk membangun pengetahuan, akhlak, dan integritas sebagai bekal menghadapi masa depan. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 41 Al-Azhar Asy-Syarif, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026.
Dalam amanatnya, Wamenag menegaskan bahwa anak-anak merupakan harapan bangsa yang kelak akan melanjutkan pembangunan Indonesia. Karena itu, setiap kesempatan belajar perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk karakter.
“Kami menaruh harapan untuk menitipkan Indonesia dan bangsa ini kepada kalian semua. Ke depan, pendidikan generasi ini harus dilanjutkan, pembangunan ditingkatkan, serta keadilan dan kesejahteraan diwujudkan,”ujar Romo Muhammad Syafi'i dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 23 Juli 2026.
Romo menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga dipengaruhi oleh ketekunan, doa, bakti kepada orang tua, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Untuk memotivasi para siswa, ia membagikan kisah masa kecilnya yang harus berjalan kaki sekitar 4,5 kilometer menuju sekolah serta membantu orang tua berjualan demi membiayai pendidikan. Menurutnya, pengalaman tersebut mengajarkan arti kerja keras dan kegigihan dalam meraih cita-cita.
Ia juga mengajak para siswa untuk terus bermimpi, rajin belajar, berdoa, dan memanfaatkan berbagai fasilitas pendidikan, seperti buku, telepon genggam, dan laptop, secara bijak untuk meningkatkan kemampuan diri.
Menurut Wamenag, kualitas masa depan bangsa sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengasuhan yang diterima anak-anak saat ini. Karena itu, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian, keberanian, dan tanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, Wamenag turut berpesan kepada para guru dan tenaga kependidikan agar menjaga amanah yang diberikan orang tua dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Bangsa menitipkan anak-anak ini kepada para guru. Sayangi dan bimbing mereka,”pungkasnya.
Wamenag berharap anak-anak Indonesia mampu tumbuh menjadi generasi yang lebih baik dari pendahulunya. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas, pengasuhan yang penuh kasih, dan kesungguhan dalam belajar menjadi modal utama untuk melahirkan generasi yang siap memikul tanggung jawab bagi kemajuan bangsa.










