
Foto: Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jatinangor
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana menjadi pemateri dalam kegiatan retret gelombang kedua yang diselenggarakan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor pada Rabu, 25 Juni 2025 hari ini
Pada kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pembangunan transportasi berkelanjutan, terutama dalam konteks geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Transportasi adalah urat nadi perekonomian kita. Di wilayah kepulauan seperti Indonesia, peran transportasi sangat vital dalam menghubungkan antarwilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta membuka akses pelayanan dasar,” ujar Suntana.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat saat ini fokus mengembangkan moda transportasi massal dan ramah lingkungan seperti kereta api, monorel, dan sistem angkutan terpadu lainnya. Menurutnya, pendekatan ini penting untuk mendukung transisi menuju sistem transportasi hijau yang efisien dan berkelanjutan.
“Karena itu, pembangunan transportasi massal menjadi prioritas. Moda ini tidak hanya hemat energi dan lahan, tapi juga lebih bersih secara lingkungan,” bebernya.
Suntana juga menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah aktif berkoordinasi dan berperan serta dalam pengembangan transportasi.
?Dimana, ia membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta sebagai alternatif pendanaan proyek, tanpa harus membebani anggaran pemerintah daerah.
“Kami mendorong daerah untuk menjajaki kerja sama dengan swasta, selama tidak membebani keuangan daerah. Pemerintah pusat siap mendukung dari sisi regulasi, administrasi, dan pemberian konsesi yang diperlukan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Suntana juga mengajak para peserta retret untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan transportasi di masing-masing wilayah.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa solusi dapat ditemukan baik melalui sinergi dengan pemerintah pusat maupun melalui kreativitas daerah itu sendiri.
“Beberapa masalah bisa kita selesaikan bersama-sama. Namun, ada juga daerah yang justru mampu menciptakan solusi inovatif sendiri. Pemerintah pusat siap mendukung inisiatif seperti itu,” pungkasnya.
Baca Juga:
| Menteri ATR/BPN Minta Komdigi Blokir Situs yang Jual Pulau Indonesia Secara Ilegal |
Editor: Redaksi TVRINews
