TVRINews, Jakarta
Presiden Belarus Alexander Lukashenko menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan strategis dengan Indonesia melalui peningkatan perdagangan, transfer teknologi, hingga pengembangan industri bersama. Komitmen tersebut disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyatakan kunjungannya ke Indonesia merupakan tindak lanjut dari rencana yang telah disusun bersama Presiden Prabowo Subianto sejak setahun lalu. Menurutnya, kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang akan menjadi landasan penguatan kerja sama kedua negara.
"Kami hari ini telah menandatangani berbagai perjanjian bernilai puluhan juta dolar AS. Ini merupakan hasil dari pembahasan yang telah kami persiapkan sejak lama,"kata Lukashenko dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia mengaku terkesan dengan perkembangan Indonesia sejak kunjungan pertamanya pada 2013. Lukashenko menilai Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat dan akan terus berkembang sebagai salah satu negara penting di kawasan.
Dalam kesempatan itu, Lukashenko menegaskan Belarus siap menjadi mitra Indonesia dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui penyediaan teknologi dan peningkatan kapasitas industri.
Menurutnya, Indonesia tengah berupaya mendiversifikasi kerja sama internasasional agar tidak bergantung pada satu atau dua negara saja. Belarus, kata dia, siap mendukung upaya tersebut melalui transfer teknologi dan pengembangan kemampuan produksi dalam negeri.
"Yang paling penting bukan hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga berbagi teknologi agar Indonesia semakin mandiri dalam memproduksi kebutuhannya sendiri,"tambahnya.
Di sektor pangan, Belarus menawarkan kerja sama yang lebih luas untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia. Lukashenko menyatakan negaranya siap memasok berbagai produk pangan seperti susu, daging, serta peralatan dan teknologi pertanian.
Selain ekspor produk, Belarus juga membuka peluang pembangunan perusahaan patungan (joint venture) dan lokalisasi produksi di Indonesia.
"Kami siap memasok alat-alat pertanian, teknologi pertanian, serta membangun proyek bersama dan lokalisasi produksi di Indonesia,"ucapnya.
Belarus juga menawarkan pelatihan sumber daya manusia di bidang teknik. Lukashenko mengatakan negaranya siap melatih ribuan tenaga kerja Indonesia, baik di Indonesia maupun di Belarus, guna mendukung pengembangan sektor industri dan manufaktur.
Tak hanya di bidang ekonomi, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama di sektor kesehatan, sosial budaya, pendidikan, hingga pariwisata.
Lukashenko menyambut baik rencana pembukaan penerbangan langsung (direct flight) antara Indonesia dan Belarus serta kebijakan bebas visa yang diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Di tingkat global, kedua pemimpin turut bertukar pandangan mengenai isu ketahanan pangan, keamanan energi, konflik internasional, serta kelancaran jalur perdagangan dunia.
Lukashenko menegaskan Belarus akan terus mendukung implementasi peta jalan (roadmap) kerja sama kedua negara hingga 2030 dan menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra paling penting Belarus di kawasan Asia Tenggara.
"Kami tidak memiliki agenda tersembunyi. Belarus terbuka untuk membahas seluruh peluang kerja sama yang saling menguntungkan. Kami menghargai persahabatan dengan Indonesia dan siap memperluas kolaborasi di berbagai bidang,"pungkasnya.









