TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan prasarana dan sarana Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis, 2 Juli 2026. Proyek senilai sekitar Rp62 miliar itu dinilai dapat menjadi contoh penataan kawasan kumuh sekaligus solusi pengendalian banjir dan pencegahan longsor di bantaran sungai.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi progres pembangunan prasarana dan sarana Kali Grogol Segmen Kemanggisan yang tengah dikerjakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurutnya, proyek tersebut menjadi contoh penanganan kawasan yang tidak hanya mengatasi banjir, tetapi juga menata lingkungan permukiman di sekitar sungai.
"Pertama-tama saya ingin memberikan apresiasi. Inilah salah satu contoh role model untuk penyelesaian persoalan di lapangan,"kata Pramono dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.
Proyek tersebut meliputi pembangunan tanggul penahan tanah di sisi timur dan barat Kali Grogol. Infrastruktur ini dibangun untuk memperkuat stabilitas bantaran sungai, mencegah potensi longsor, sekaligus mengurangi risiko banjir akibat luapan Kali Grogol.
Pramono menegaskan, setelah pembangunan jalan dan penataan kawasan selesai, tidak boleh lagi ada bangunan liar yang berdiri di sepanjang area tersebut. Ia meminta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama instansi terkait menjaga kawasan agar tetap tertib dan berfungsi sesuai peruntukannya.
"Dan nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun membuat bangunan liar di atas jalan ini,"lanjutnya.
Selain menjaga ketertiban kawasan, Pramono juga menginstruksikan jajarannya untuk menambah ruang terbuka hijau melalui pembangunan taman dan penghijauan di sekitar bantaran Kali Grogol.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan pembangunan prasarana dan sarana Kali Grogol Segmen Kemanggisan didukung anggaran sekitar Rp62 miliar yang dialokasikan melalui skema tahun jamak (multi-years) pada 2025 hingga Desember 2026.
"Anggarannya sudah disediakan sampai dengan Desember 2026 untuk segmen ini dengan panjang kurang lebih 1.072 meter,"ujar Ika.
Ia menambahkan, sebelum pembangunan tanggul dimulai, Dinas SDA telah melakukan pengerukan Kali Grogol hingga kedalaman sekitar satu meter untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai.
Sebelumnya, kawasan tersebut kerap dilanda banjir akibat meluapnya Kali Grogol. Di sisi lain, kondisi bantaran sungai pada sejumlah titik juga dinilai rawan mengalami longsor.
Melalui pembangunan tanggul penahan tanah dan penataan kawasan secara menyeluruh, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap risiko banjir dan longsor dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan bantaran sungai yang lebih aman, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.










