
Foto: Russian Export Center (REC) di hotel Raffles Jakarta, Senin, 14 April 2025 (dok. TVRINews/ Lidya Thalia. S)
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, Vladimir Ilyichev, menyampaikan ucapan terima kasih atas penyelenggaraan Kongres Rusia di Indonesia. Ia menegaskan komitmen negaranya untuk memperdalam hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dalam kesempatan tersebut, Vladimir menyoroti pentingnya evaluasi dan perbaikan dalam hubungan kedua negara.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas pelaksanaan Kongres Rusia ini. Kita harus terus meningkatkan hubungan kerja sama dan juga memperluas pertukaran budaya antara kedua negara,” ujar Vladimir dalam Forum Bisnis Russia-Indonesia di Hotel Raffles Jakarta, Ciputra World, Kuningan, Senin (14/4/2025).
Vladimir juga mengungkapkan bahwa hubungan diplomatik antara Rusia dan Indonesia telah terjalin sejak tahun 1923. Meskipun volume perdagangan saat ini baru mencapai sekitar 50 juta dolar AS, Rusia melihat potensi besar untuk peningkatan kerja sama ekonomi di masa depan.
“Kami mencatat bahwa hubungan Rusia-Indonesia telah dimulai sejak 1923. Saat ini, volume perdagangan masih sekitar 50 juta dolar AS, menurut data resmi kami. Namun, kami yakin angka ini bisa ditingkatkan,” tambahnya.
Sektor pariwisata menjadi prioritas utama dalam memperkuat hubungan bilateral. Vladimir mengakui bahwa kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia sempat terhambat akibat pandemi COVID-19.
“Kami fokus meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata. Sebelumnya terjadi peningkatan kunjungan wisatawan, namun pandemi COVID-19 sempat memperlambat pergerakan ini, terutama ke destinasi seperti Bali,” jelasnya.
Untuk mendorong kembali kunjungan wisatawan Indonesia ke Rusia, pemerintah Rusia akan mengambil langkah konkret dengan memperpanjang batas waktu tinggal bagi turis asal Indonesia.
“Sejak 1923, lebih dari 7.000 warga Indonesia telah menggunakan mekanisme kunjungan ke Rusia. Ke depannya, kami akan memperpanjang masa tinggal menjadi 30 hari guna mempermudah kunjungan wisatawan dari Indonesia,” katanya.
Rusia juga tengah mengembangkan sektor pariwisata halal dan berkelanjutan, khususnya untuk menarik wisatawan Muslim. Upaya peningkatan infrastruktur pariwisata turut menjadi fokus.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kami meningkatkan infrastruktur penerbangan dan akomodasi. Rusia kini memiliki lebih dari 30.000 hotel dan sanatorium, serta lebih dari 1 juta kamar. Sejak 1930, kami membangun bandara di berbagai kawasan, dan kini ada lebih dari 10 bandara utama di 9 wilayah destinasi wisata. Kami secara khusus menargetkan turis dari negara-negara Muslim, termasuk Indonesia,” ujar Vladimir.
Selain sektor pariwisata, Rusia juga membuka peluang kerja sama di bidang ekonomi kreatif. Menurut Vladimir, sektor ini menyumbang hingga 6,5% terhadap perekonomian Rusia dan mencakup berbagai subsektor seperti animasi, periklanan, public relations (PR), dan fesyen.
“Di Rusia, sektor ekonomi kreatif berkembang pesat. Tahun ini, total nilai industri kreatif mencakup 4,4 triliun rupiah untuk fesyen, 2,3 triliun rupiah untuk periklanan, dan 2 triliun rupiah untuk PR. Sejak 2024, agensi-agensi Rusia telah mulai aktif di Indonesia,” ungkapnya.
Vladimir juga menyampaikan bahwa Asosiasi Animasi Rusia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi Industri Animasi Indonesia. Kementerian Pembangunan Rusia juga sedang menyusun regulasi untuk mendukung produk kreatif di pasar internasional.
“Kami berharap ini bisa menjadi titik awal untuk kerja sama lebih luas di bidang ekonomi kreatif antara kedua negara. Terima kasih,” pungkasnya.
Baca Juga: Menkomdigi: PP Tunas Wujud Komitmen Lindungi Anak di Dunia Digital
Editor: Redaktur TVRINews
