
Foto: Ilustrasi perawat
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Setiap tanggal 12 Mei, dunia memperingati Hari Perawat Internasional sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi dan pengabdian para perawat di seluruh dunia.
Tanggal ini dipilih untuk menghormati hari kelahiran Florence Nightingale, pelopor keperawatan modern yang jasanya telah menginspirasi perkembangan dunia kesehatan global.
Tahun ini, Hari Perawat Internasional mengangkat tema “Our Nurses. Our Future. The Economic Power of Care”, yang menyoroti pentingnya investasi pada profesi perawat sebagai fondasi sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.
Tema ini juga menekankan peran perawat tidak hanya dalam pelayanan medis, tetapi juga dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi suatu negara.
Di Indonesia, perawat menjadi garda terdepan dalam berbagai situasi, mulai dari pelayanan di puskesmas pedesaan hingga ruang-ruang perawatan intensif di rumah sakit.
Peran mereka semakin vital terutama saat masa pandemi COVID-19, ketika beban kerja meningkat drastis namun semangat pengabdian tidak surut.
Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh profesi ini. Mulai dari keterbatasan jumlah tenaga perawat, beban kerja tinggi, hingga perlunya peningkatan kesejahteraan dan perlindungan hukum.
Hari Perawat Internasional menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan komitmen semua pihak dalam mendukung keberlangsungan profesi keperawatan secara adil dan bermartabat.
Pada peringatan ini, berbagai kegiatan diselenggarakan oleh organisasi profesi, rumah sakit, dan institusi pendidikan keperawatan, seperti seminar, bakti sosial, kampanye kesehatan, hingga pemberian penghargaan bagi perawat berprestasi.
Mari kita jadikan Hari Perawat Internasional sebagai kesempatan untuk menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas dedikasi para perawat yang senantiasa merawat dengan hati. Tanpa mereka, pelayanan kesehatan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Gunung Semeru Meletus Tiga Kali, Abu Vulkanik Capai 700 Meter
Editor: Redaksi TVRINews
