TVRINews, Tuban
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan meresmikan sebanyak 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada Sabtu, 16 Mei 2026 hari ini.
Pada kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional pada tahun 2025 Polri telah merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton.
“Guna mewujudkan swasembada pangan nasional pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton. Hal ini juga turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional tahun 2025 sebesar 6,74 persen atau 1,8 juta ton,” ungkapnya diacara peresmian 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Tuban
Lebih lanjut, ia menuturkan di tahun 2026 pihaknya melanjutkan capaian swasembada seluas 1,37 juta hektar yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Adapun pada tanggal 8 Januari 2026, kami telah melakukan panen raya kuartal pertama pada lahan seluas 91.000 hektar dengan hasil panen mencapai 884.129 ton. Selanjutnya pada hari ini, dengan dipimpin Bapak Presiden, kami akan melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal dua pada lahan seluas 189.760 hektar dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton,” kata dia
Nantinya, lanjutnya sebanyak 100 ton jagung hasil panen akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
“Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat,” ujarnya
Dari sisi tata niaga, lanjutnya jagung tersebut dibeli koperasi dari petani dengan harga sekitar Rp6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram, sehingga terdapat selisih keuntungan sekitar Rp500 per kilogram.
“Koperasi membeli dari petani seharga Rp6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp7.000 per kilogram, dengan demikian diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500 per kilogram,” bebernya
Khusus di Kabupaten Tuban, panen dilakukan di lahan seluas 101,5 hektare yang merupakan bagian dari program perhutanan sosial.
“Lahan tersebut dikelola oleh sejumlah kelompok tani hutan dan lembaga masyarakat desa hutan, termasuk KTH Wono Lestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wono Mulyo, serta lahan milik PT Semen Indonesia,” sebutnya
Dari area tersebut, produksi diperkirakan mencapai sekitar 609 ton jagung yang seluruhnya akan disalurkan ke Bulog. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pasokan nasional.










