
KKP Proyeksikan Boyolali Jadi Pusat Penghasil Lele di Jateng (Foto: Biro Pers Kementerian KKP)
Penulis: Fityan
TVRINews – Boyolali
Kolaborasi KKP dan Pemda Boyolali memperkuat ekonomi desa melalui sentra lele nasional berbasis koperasi.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali tengah mempersiapkan wilayah di Jawa Tengah tersebut sebagai pusat produksi ikan lele utama dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Langkah strategis ini ditandai dengan penerapan program budidaya tematik sistem bioflok di tiga kecamatan, yakni Wonosamodro, Sambi, dan Andong. Inisiatif tersebut bertujuan memperkuat kapasitas "Kampung Budidaya Lele" yang sebelumnya telah terbentuk di wilayah Sawit.
Saat meninjau lokasi di Wonosamodro, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjadikan Boyolali sebagai pilar penyedia protein hewani.
"Kami memberikan dukungan penuh kepada Pemda Boyolali agar pengembangan budidaya lele di berbagai desa ini mampu menjadikan daerah ini sebagai penghasil protein ikan lele yang tangguh," ujar Trenggono dikutip Lamas Resmi Kementerian KKP Sabtu 3 Januari 2025.
Stimulus Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Dalam program ini, KKP menyediakan infrastruktur komprehensif di setiap titik lokasi, mencakup 24 kolam bioflok, 60.000 benih, pakan, hingga perangkat pendukung seperti mesin aerasi dan genset. Pengelolaan operasional dipercayakan kepada Koperasi Desa Merah Putih guna memastikan keberlanjutan unit usaha.
Setiap lokasi diprediksi mampu menghasilkan sekitar 5 ton ikan lele dalam satu siklus panen selama dua hingga tiga bulan. Selain memacu ekonomi pedesaan, program ini dirancang untuk menjawab tantangan gizi nasional.
"Program ini bukan sekadar penggerak ekonomi, melainkan juga upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui protein tinggi dari lele, sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG)," tambah Menteri Trenggono.
Integrasi dengan Program Lokal
Boyolali saat ini mencatatkan produksi ikan lele melampaui angka 30.000 ton per tahun. Dengan adanya program MBG yang diproyeksikan membutuhkan lebih dari 3.000 porsi per kecamatan setiap harinya, permintaan pasar lokal dipastikan akan melonjak signifikan.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan memberikan pengawalan teknis secara intensif agar target produksi tercapai secara maksimal.
"Dinas terkait akan melakukan pendampingan berkelanjutan agar hasil panen dapat menyuplai kebutuhan Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) di Boyolali. Kami berharap perputaran ekonomi ini memperkuat kemandirian finansial di tingkat desa," kata Agus.
Sepanjang tahun 2025, KKP tercatat telah mengembangkan 100 lokasi budidaya tematik untuk komoditas lele dan nila yang tersebar di wilayah Jawa dan DIY.
Upaya ini menjadi bagian dari peta jalan besar pemerintah dalam mengoptimalkan potensi perikanan darat sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi regional.
Editor: Redaktur TVRINews
