TVRINews, Sumatera Selatan
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Untuk mempercepat penanganan, dua helikopter water bombing dikerahkan ke Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI.
Operasi pemadaman dari udara berlangsung Rabu, 30 September 2026, dengan sasaran titik api di wilayah Pedamaran dan Pampangan.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan pemadaman udara dilakukan untuk membantu petugas di darat mengendalikan kobaran api yang berada di kawasan sulit dijangkau.
“Untuk hari ini, dua helikopter water bombing kami arahkan ke sejumlah titik karhutla di OKI, terutama Pedamaran dan Pampangan. Pemadaman dilakukan sebagai upaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas,” ujar Sudirman, Rabu, 30 September 2026.
Menurut Sudirman, beberapa armada udara yang sebelumnya disiagakan belum dapat dioperasikan karena sedang menjalani perawatan. Sementara satu helikopter lainnya dipindahkan untuk mendukung penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.
Sehari sebelumnya, tiga helikopter juga melakukan operasi pemadaman di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Di Pedamaran, operasi water bombing dilakukan sebanyak 52 kali untuk menangani kebakaran yang melanda sekitar 30 hektare lahan. Dari luasan tersebut, sekitar 10 hektare telah berhasil dipadamkan.
Pemadaman juga dilakukan di wilayah Mesuji. Sebanyak 27 kali water bombing diarahkan ke lokasi kebakaran yang mencakup sekitar 15 hektare lahan. Petugas memperkirakan lima hektare di antaranya berhasil dikendalikan.
“Setelah operasi pemadaman kemarin, di beberapa lokasi masih terlihat asap sehingga penanganan dan pemantauan terus dilakukan,” kata Sudirman.
Sementara itu, di Kabupaten Muara Enim, tepatnya wilayah Gelumbang, petugas melakukan 48 kali water bombing. Kebakaran dilaporkan melanda sekitar 10 hektare lahan dan empat hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.
“Kondisi di Gelumbang juga masih terdapat asap. Karena itu, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan api tidak kembali membesar,” ujarnya.
BPBD Sumatera Selatan bersama tim gabungan masih melanjutkan upaya pemadaman di lokasi-lokasi yang terpantau mengalami kebakaran. Operasi dari udara dilakukan sebagai dukungan terhadap penanganan di darat, terutama pada kawasan yang memiliki akses sulit.










