Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan memperingati Hari Obesitas Sedunia/World Obesity Day (WOD) 2024 yang diperingati setiap tanggal 4 Maret, merupakan momentum bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah, organisasi profesi, pihak swasta dan seluruh komponen masyarakat serta individu untuk sadar, mau dan mampu mencegah Obesitas.
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PTM) Kemenkes Eva Susanti mengatakan Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018 menunjukkan, obesitas pada orang dewasa meningkat dari 10,5 persen pada 2007 menjadi 21,8 persen pada 2018 dibandingkan tahun 2013 sebesar 14,8 persen.
Hal ini, membuat kesadaran masyarakat terhadap obesitas adalah penyakit yang mempengaruhi malasnya bergerak.
Baca Juga: Menhub Dorong Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektoral
“Kesadaran masyarakat bahwa obesitas adalah penyakit teknologi yang tidak mendukung aktivitas fisik di mana memudarnya transportasi dan gawai membuat masakan Indonesia, serta malas bergerak kemudian adanya peran pemerintah daerah yang masih perlu kita ciptakan lingkungan yang lebih produktif,”kata Eva dalam Press Briefing Hari Obesitas Sedunia 2024 melalui daring, Senin, 4 Maret 2024.
Dokter kesehatan Elsye mengungkapkan bahwa Sesuai dengan Permenkes 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak Serta Pesan Kesehatan Pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.
“Kita harus menjaga pola makan dan hidup aktif setiap hari seperti melakukan 1000 langkah perharinya, serta melakukan olahraga secara teratur,” ujar Elsye.
Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan secara ideal:
1. Aktivitas Fisik seperti menyapu, mengepel, memasak, menyetrika.
2. Latihan Fisik yang terukur, terstruktur dan terencana tujuannya membuat menjadi bugar.
3. Olahraga seperti basket, bersepeda, fitnes,dll.
Tak hanya itu, Program pencegahan obesitas menurut UNICEF di Indonesia bertujuan dalam menanggapi tantangan obesitas anak global yang semakin meningkat, mengatasi obesitas sebagai bagian dari tiga beban masalah gizi, mendorong perubahan perilaku, mentraformasi lingkungan pangan melalui kebijakan.
Baca Juga: Sediakan Bus Listrik di Stasiun Whoosh Tegalluar, KCIC dan Dishub Berkolaborasi
Lebih lanjut, UNICEF David Collozza mengatakan bahwa dalam prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas pada anak, remaja, dan orang dewasa di Indonesia semakin meningkat.
“1 dari 3 orang dewasa, 1 dari 5 anak usia sekolah, 1 dari 7 remaja,” ucap David.
Editor: Rina Hapsari
