
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons menohok namun santai terkait pernyataan Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel, yang menyebut dirinya berpotensi "di-Noel-kan". Purbaya menegaskan bahwa posisinya sebagai bendahara negara dijalankan dengan integritas tinggi.
Istilah "di-Noel-kan" yang dilontarkan Noel merujuk pada aksi protes atau kritik keras yang biasa ia lakukan terhadap pejabat publik yang dianggap bermasalah atau kurang responsif.
Menkeu Purbaya tampak tidak ambil pusing dengan narasi tersebut. Ia justru menekankan bahwa secara personal dan profesional, dirinya tidak memiliki celah untuk dikonfrontasi selama bekerja sesuai aturan dan tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan finansial.
"Noel kan terima duit, gua mah ga terima duit. Gaji gua gede di sini, cukup. Jadi saya nggak tahu kenapa Pak Noel ngomong seperti itu," ujar Purbaya kepada awak media, dikutip pada Selasa 27 Januari 2026.
Lebih lanjut, Purbaya menyatakan bahwa potensi dirinya untuk terseret dalam pusaran kritik keras atau konflik personal sangatlah kecil selama ia menjaga kebersihan birokrasi yang dipimpinnya.
"Mungkin amat kecil kemungkinan (di-Noel-kan) terjadi, kecuali saya mulai terima uang di luar gaji ya," tambahnya menegaskan komitmennya terhadap transparansi anggaran.
Meski terdapat perbedaan gaya komunikasi antara dirinya dengan Noel, Purbaya memastikan bahwa hubungan kerja antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Ketenagakerjaan tetap profesional. Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah sinkronisasi anggaran untuk kesejahteraan buruh dan penguatan lapangan kerja.
Ia menilai pernyataan Noel merupakan bagian dari gaya bicara sang Wamenaker yang memang dikenal ekspresif dan meledak-ledak. Namun, Purbaya mengingatkan bahwa pengelolaan negara harus tetap berpijak pada data dan aturan keuangan yang ketat, bukan sekadar opini publik.
Sebelumnya, Noel mengklaim memperoleh informasi A1 bahwa Menkeu Purbaya Yudhi akan “di-Noel-kan”. Istilah tersebut merujuk pada penangkapan Noel dalam kasus korupsi yang menurutnya sarat rekayasa.
“Modusnya hampir sama semua. Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi nih. Saya dapat informasi A1, Pak Purbaya akan di-‘Noel’-kan,” kata Noel di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Senin.
Editor: Redaktur TVRINews
