
Banjir Terus Melanda Sejumlah Wilayah di Indonesia, BNPB Terus Lakukan Penanganan Darurat
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai menunjukkan dampaknya pada Jumat, 7 Maret 2025.
Di Kota Bekasi, Jawa Barat, banjir yang terjadi sejak Selasa, 4 Maret 2025, telah surut total, meski demikian, masih ada beberapa warga yang mengungsi.
Pada hari Jumat, warga mulai melakukan pembersihan rumah dan lingkungan dari lumpur serta material sisa banjir.
Meski banjir sudah surut, ada sejumlah titik pengungsian yang masih menampung warga, seperti di Gudang BNPB Jatiasih sebanyak 205 jiwa, Lengkak dan GPM dengan 50 jiwa, dan Gedung PGRI Bekasi Selatan dengan 29 jiwa, sehingga total pengungsi di Kota Bekasi mencapai 284 orang. Satu orang warga, atas nama Bapak Apto (L/44 Tahun), masih dilaporkan hilang.
Cuaca di lapangan cerah berawan, sementara BNPB masih melakukan pendampingan penanganan darurat dengan mengaktivasi posko terpadu penanggulangan bencana, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi potensi bencana lebih lanjut.
Di Kabupaten Bekasi, banjir masih menggenangi beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Babelan dan Kecamatan Kedung Waringin, dengan ketinggian muka air antara 10 hingga 60 sentimeter di lokasi-lokasi yang masih tergenang.
Sementara itu, di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, banjir terjadi pada Jumat, 7 Maret 2025, pukul 03.00 WIB di Desa Padang Bidu dan Desa Pagar Jati, Kecamatan Benakat.
Banjir yang dipicu hujan deras menyebabkan debit air di Sungai Benakat dan Sungai Lematang meluap, dengan tinggi muka air mencapai 100 sentimeter.
Sebanyak 1.174 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan rincian 700 KK di Desa Padang Bidu dan 474 KK di Desa Pagar Jati.
Namun, tidak ada laporan warga yang mengungsi. BPBD Kabupaten Muara Enim segera menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Banjir juga melanda Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, sejak Minggu, 2 Maret 2025. Sebanyak 4.857 jiwa terdampak, tersebar di tiga desa, yakni Desa Lubuk Siam, Desa Buluh Cina, dan Desa Tanjung Balam.
Hingga Jumat, 7 Maret 2025, ketinggian banjir mencapai 90 sentimeter. Pemerintah daerah setempat telah memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak, terutama di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu.
Di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, banjir juga melanda pada Jumat, 7 Maret 2025, dengan 3.316 jiwa terdampak.
Sebanyak 860 rumah warga terendam, dengan sebagian besar kerusakan berada di Desa Langgam, Kecamatan Langgam.
Selain rumah, tiga sekolah, sembilan fasilitas umum, dan satu lapangan olahraga juga terendam banjir.
Tinggi muka air di daerah ini tercatat setinggi 70 sentimeter, dengan debit air yang fluktuatif.
Di Provinsi Jawa Timur, banjir melanda Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, pada Jumat, 7 Maret 2025, malam.
Banjir yang dipicu oleh hujan deras dan banjir kiriman dari daerah utara Pegantenan, Palengan, dan Pakong, menyebabkan ketinggian muka air antara 40 hingga 100 sentimeter.
Sebanyak 77 rumah warga terdampak. BPBD Kabupaten Pamekasan masih melakukan pendataan kerugian materiil dan siap mengevakuasi warga jika diperlukan.
Menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan akan terjadi hingga pertengahan Maret 2025, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga.
Penguatan sistem peringatan dini bahaya hidrometeorologi sangat penting untuk memberikan informasi yang lebih akurat kepada masyarakat.
Diharapkan warga dapat mempersiapkan diri dengan mengamankan barang-barang di rumah dan segera melakukan evakuasi dini jika hujan deras terjadi lebih dari satu jam.
Baca Juga: ILUNI FKUI Gelar Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat untuk Korban Banjir Jabotabek
Editor: Redaktur TVRINews
