TVRINews, Jakarta
Bank Jakarta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) membangun fasilitas biodigester komunal yang mampu mengolah hingga 500 kilogram sampah organik per hari di wilayah Jakarta Utara. Pembangunan yang berlokasi di Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Rusunawa Rorotan, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap penanganan persoalan lingkungan di Jakarta.
Prosesi groundbreaking dihadiri oleh Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto, serta Camat Cilincing Daniel Azka Alfarobi.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan rencana pembangunan biodigester komunal ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung penanganan sampah organik. Melalui teknologi biodigester, sampah organik dapat diolah menjadi biogas sebagai energi terbarukan serta pupuk organik. Menurutnya, penanganan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi.
“Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa 11 Agustus 2026.
Program ini menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan.
Masing-masing unit biodigester dirancang untuk mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan beroperasinya dua unit, total kapasitas pengolahan dapat mencapai 500 kilogram per hari. Berdasarkan kajian teknis, kedua fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari serta mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau setara 154,4 ton CO2e per tahun.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dalam menciptakan pengelolaan lingkungan secara terintegrasi.
“Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” ucap Arie.
Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan kelanjutan dari program pemanfaatan teknologi pengolahan limbah yang telah dilakukan Bank Jakarta sebelumnya. Pada November 2025 lalu, Bank Jakarta telah meresmikan Instalasi Biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
“Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan. Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik yang berasal dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Arie.
Melalui program ini, Bank Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta berharap dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), seperti energi bersih, kota berkelanjutan, hingga penanganan perubahan iklim. Sebagai financial backbone Jakarta, Bank Jakarta berkomitmen memperkuat peran pembangunan kota melalui pembiayaan dan aktivitas ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan.









