TVRINews, Jakarta
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) guna menjawab kebutuhan tenaga medis di seluruh Indonesia.
Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Agustus 2025.
Budi menyebut, Presiden telah meminta agar jumlah dokter spesialis ditingkatkan signifikan hingga mencapai 500 orang tambahan pada tahun 2030. Namun, ia mengakui target tersebut cukup menantang.
“Beliau mintanya 500 sampai 2030. Saya bilang itu akan agak challenging, ya. Tapi kita berusaha mencoba sebaik-baiknya,”kata Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025.
Selain itu, Budi juga menanggapi pernyataan seorang guru besar Universitas Indonesia (UI) terkait kebutuhan mentor bagi fakultas kedokteran yang saat ini jumlahnya masih terbatas. Menurutnya, hal tersebut akan ditangani secara bertahap melalui kerja sama lintas institusi dan penyesuaian kurikulum pendidikan kedokteran.
Di sisi lain, Menkes juga menyoroti kejadian luar biasa (KLB) campak yang tengah melanda sejumlah wilayah. Ia memastikan akan meninjau langsung lokasi terdampak pada Kamis, 28 Agustus 2025.
“Yang kita ingin lakukan adalah itu tidak hanya di Subang saja, tapi beberapa kabupaten lain juga terkena. Campak sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Karena itu, kita harus memperkuat program akselerasi imunisasi agar tidak ada lagi anak-anak yang terkena campak. Apalagi ini kan bisa mematikan,” tegasnya.
Budi menambahkan, fenomena KLB campak kali ini mirip dengan kejadian outbreak polio beberapa waktu lalu yang dipicu rendahnya cakupan imunisasi selama pandemi COVID-19. Untuk itu, Kemenkes bersama pemerintah daerah akan mempercepat program imunisasi dasar lengkap di seluruh Indonesia.
“Tujuannya jelas, agar anak-anak kita terlindungi dan tidak ada lagi korban jiwa akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah,” tutup Menkes.
Baca juga: Polisi Ringkus C Alias Ken, Otak Pelaku Pembunuhan Kacab BRI










