
Hujan Lebat Picu Banjir di Banten, Ribuan Warga Cilegon dan Pandeglang Terimbas
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Banten
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian serta penanganan bencana yang dilakukan pemerintah daerah hingga Minggu, 4 Desember 2025.
Banjir dilaporkan melanda dua wilayah di Provinsi Banten, yakni Kota Cilegon dan Kabupaten Pandeglang. Di Kota Cilegon, banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat, 2 Januari 2025.
Akibat kejadian tersebut, tiga kelurahan di tiga kecamatan terdampak, yaitu Kelurahan Cibeber di Kecamatan Cibeber, Kelurahan Sukmajaya di Kecamatan Jombang, serta Kelurahan Kepuh di Kecamatan Ciwandan.
BNPB mencatat sebanyak 486 kepala keluarga atau 1.208 jiwa terdampak banjir di Kota Cilegon. Hingga Sabtu, 3 Januari, genangan air masih merendam sejumlah permukiman warga.
Baca Juga: BNPB Catat Banjir Rob Rendam Ribuan Rumah di Subang
Untuk merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah melakukan evakuasi warga serta kaji cepat di lokasi terdampak.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Pandeglang pada Sabtu, 3 Januari. Bencana ini disebabkan oleh meluapnya sungai yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah.
Akibatnya, sebanyak 2.001 kepala keluarga di 14 desa yang tersebar di enam kecamatan terdampak banjir, dengan ketinggian muka air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.
BPBD Kabupaten Pandeglang telah melakukan asesmen serta penanganan awal di lokasi-lokasi terdampak banjir guna memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak lanjutan.
Merespons berbagai kejadian bencana hidrometeorologi basah tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi.
Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, serta menyiapkan kebutuhan darurat seperti dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan evakuasi.
Apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan muka air, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan mulai dari lingkungan keluarga dan rumah.
Saat beraktivitas di luar ruangan, warga juga diminta menjauhi pohon besar ketika hujan deras disertai angin kencang karena berpotensi tumbang.
BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sistem peringatan dini, memastikan kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dan dengan masyarakat.
Edukasi publik, simulasi kesiapsiagaan, dan respons cepat saat kondisi darurat dinilai krusial untuk melindungi warga dan mengurangi risiko bencana.
Editor: Redaktur TVRINews
