
Bantuan 67,5 Ton dari Indonesia Tiba di Yaman
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews , Yaman
Bantuan Kemanusiaan Republik Indonesia (RI) untuk Yaman telah mendarat di landasan pacu Bandara Internasional Aden, Yaman, Selasa 15 Oktober 2024 hari ini.
Adapun, bantuan sebesar 67,5 ton ini merupakan bentuk simpati dan solidaritas Pemerintah Indonesia terhadap negara-negara sahabat yang sedang dilanda bencana alam.
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia mengantarkan secara langsung bantuan kemanusiaan dan memastikan bahwa dukungan internasional yang dibawa telah tiba kemudian diserahterimakan dalam kondisi baik.
“Kami datang kesini karena masyarakat Yaman menderita akibat bencana, kami membawa barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,”kata Suharyanto, Selasa 15 Oktober 2024.
Adapun barang bantuan bantuan tersebut meliputi 19 item barang yang terdiri dari tenda pengungsi 5 set, tenda keluarga 230 set, terpal 1.000 pcs, matras 2.000 pcs, selimut 2.000 pcs, lampu penerangan 5 unit, makanan siap saji 2.000 pouch, paket sembako 1.000 pack, paket makanan tambahan balita 2.250 pack, paket makanan tambahan ibu hamil 2.250 pack, mie instan 1.000 box, jerigen lipat 1.000 pcs, toilet portable 10 unit, peralatan kebersihan 1.000 pack, pakaian wanita dewasa 500 set, pakaian laki-laki dewasa 500 set, kebutuhan wanita 500 set, pakaian anak 250 set, dan peralatan memasak 500 set.
“Kami meyakini bahwa dalam penanganan bencana, tujuan utama hanya akan tercapai bila kita maju bersama dan tidak meninggalkan seorangpun di belakang,” tutur Suharyanto.
Sementara itu Husein Abdul Rahman Al-Aghbari ketika ditanya awak media mengenai bantuan yang diberikan Pemerintah Indonesia menyatakan apresiasinya dan terimakasih kepada Pemerintah Indonesia.
“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada Pemerintah Indonesia, semoga bantuan yang diberikan dapat membantu rakyat Yaman yang terdampak. Kedepan, kami berharap jika konflik yang terjadi di Yaman telah membaik, dapat kembali melanjutkan berbagai kemitraan dengan Indonesia,” tutur Husein.
Sebagaimana, Pemberian bantuan kemanusiaan ini merupakan tindak lanjut surat permohonan bantuan kemanusiaan dari tiga negara sahabat yang diterima Kementerian Luar Negeri pada 10 September 2024 lalu.
Editor: Redaktur TVRINews
