TVRINews, Papua
Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Teluk Bintuni membawa perubahan besar bagi dunia pendidikan di wilayah Papua Barat. Sebanyak 10 satuan pendidikan berhasil direvitalisasi dengan anggaran Rp17,5 miliar dan rampung 100 persen pada akhir Mei 2026.
Tak hanya itu, pada 2026 pemerintah kembali memperluas program dengan menjangkau 25 sekolah melalui anggaran lebih dari Rp20,7 miliar. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mempercepat pembangunan pendidikan di daerah melalui mekanisme swakelola yang melibatkan masyarakat lokal.
Salah satu sekolah yang merasakan dampak besar revitalisasi adalah SD Negeri 1 Bintuni Timur. Setelah hampir 30 tahun menunggu, sekolah tersebut akhirnya memiliki ruang UKS dan toilet yang layak.
“Setelah hadir bangunan baru di sekolah kami, siswa dan guru-guru merasa sangat senang dan nyaman di sekolah,”ujar Kepala Sekolah Nirmawati dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurutnya, fasilitas baru membuat proses belajar mengajar lebih nyaman dan membantu siswa mendapatkan penanganan saat sakit tanpa harus keluar dari lingkungan sekolah.
Perubahan serupa juga dirasakan SMA Negeri Babo yang berada di wilayah terpencil dan hanya bisa dijangkau lewat jalur laut. Setelah menunggu sekitar 10 tahun, sekolah tersebut kini memiliki dua ruang kelas baru, laboratorium komputer, ruang UKS, ruang OSIS, toilet, hingga kantor guru yang direhabilitasi.
“Guru dan siswa sangat senang dengan adanya penambahan ruang dan rehabilitasi kantor guru, sehingga menambah semangat baru dan motivasi bagi siswa,”ungkap Kepala Sekolah Slamet Riyadi.
Sementara itu, TK Negeri Pertiwi Barma Baru akhirnya mendapatkan fasilitas permanen pertama sejak berdiri pada 2010. Sekolah kini memiliki ruang administrasi, UKS, toilet, dan area bermain baru untuk anak-anak.
“Kami mendapat bantuan yang sangat bermanfaat. Lingkungan jadi lebih nyaman, aman, bersih, dan efisien,” ungkap Kepala Sekolah Supriyanti.
Di Distrik Moskona Barat, SMP Satu Atap Meyerga juga mulai menikmati fasilitas permanen pertama mereka berupa laboratorium IPA, perpustakaan, ruang UKS, dan toilet siswa.
“Ini pertama kalinya kami mendapatkan fasilitas permanen di wilayah kami,”kata Plt Kepala Sekolah Sepianus Rumbino.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi langkah awal menghadirkan pendidikan yang lebih bermutu dan nyaman bagi anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah terpencil.










