TVRINews, Jakarta
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memuji peran Indonesia dalam memperkuat multilateralisme, menjaga perdamaian dunia, dan mendorong reformasi lembaga internasional agar lebih mencerminkan perubahan tatanan global.
Guterres menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang serta Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghargaan atas kontribusi Indonesia terhadap kerja sama internasional.
"Saya datang ke Indonesia dalam sebuah misi untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan," ujar Guterres, Senin, 19 Oktober 2026.
Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pilar multilateralisme di tengah perubahan dunia. Indonesia juga dinilai berperan sebagai jembatan diplomasi di tingkat regional maupun global, serta menjadi salah satu suara penting dalam upaya mewujudkan perdamaian.
Ia menyoroti kontribusi Indonesia melalui pasukan penjaga perdamaian PBB. Hampir 2.000 personel Indonesia, baik perempuan maupun laki-laki, saat ini bertugas dalam tujuh misi penjaga perdamaian PBB di berbagai belahan dunia.
Dalam kunjungannya ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Sentul, Guterres memberikan penghormatan kepada personel Indonesia yang gugur saat menjalankan misi perdamaian, termasuk empat personel yang meninggal dunia di Lebanon pada 2026.
"Saya mendapat kehormatan untuk memberikan penghormatan kepada para penjaga perdamaian Indonesia yang telah mengorbankan nyawa demi perdamaian, termasuk empat pahlawan Indonesia di Lebanon tahun ini," kata Guterres.
Guterres juga bertemu dengan personel yang akan diberangkatkan untuk menjalankan misi di Republik Afrika Tengah.
Ia menilai Indonesia menjadi contoh penting bagi negara-negara berkembang yang memiliki pengaruh semakin besar dalam tatanan dunia multipolar.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut harus diikuti dengan peningkatan peran dan keterwakilan mereka dalam lembaga internasional.
"Indonesia telah menjadi pemimpin dalam menyuarakan perlunya multilateralisme yang lebih inklusif dan lebih mampu menghasilkan hasil nyata," ucap Guterres.
Ia menjelaskan reformasi tersebut mencakup pembaruan sistem Bretton Woods dan lembaga keuangan internasional lainnya agar negara berkembang memiliki partisipasi serta pengaruh yang sepadan dengan kondisi perekonomian dunia saat ini.
Selain itu, Guterres mendorong penguatan arsitektur perdamaian, termasuk reformasi Dewan Keamanan PBB, serta peningkatan investasi untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam isu perubahan iklim, ia menekankan pentingnya negara maju memenuhi komitmen mereka dan mendorong transisi energi terbarukan yang berkeadilan.
Guterres juga menyoroti perlunya tata kelola teknologi revolusioner, seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh negara.
Ia mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam menawarkan gagasan dan solusi, termasuk melalui instrumen pembiayaan inovatif yang mampu mendorong keterlibatan modal swasta untuk investasi pembangunan.
Guterres turut menyoroti peran Indonesia dalam Bali Process untuk menangani penyelundupan migran dan perdagangan orang di kawasan.
Dalam pernyataannya, Guterres juga meminta dukungan Indonesia untuk mengakhiri berbagai konflik yang menimbulkan kehancuran dan penderitaan kemanusiaan, mulai dari Timur Tengah, Ukraina, hingga Sudan.
Terkait Myanmar, ia menyatakan keprihatinan atas krisis yang semakin dalam dan penderitaan warga sipil.
Utusan khusus Sekjen PBB terus berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mencari jalan mengakhiri kekerasan, membuka ruang dialog inklusif, serta memastikan pembebasan orang-orang yang ditahan secara sewenang-wenang.
Guterres juga menyerukan perlindungan berkelanjutan bagi masyarakat yang melarikan diri dari kekerasan dan persekusi, termasuk pengungsi yang jumlahnya terus bertambah di kawasan tersebut.
Khusus mengenai Gaza, ia menegaskan penderitaan yang berlangsung harus segera diakhiri. Rencana perdamaian harus dilaksanakan sepenuhnya dan solusi dua negara harus tetap menjadi jalan menuju penyelesaian konflik Israel-Palestina.
"Di Gaza, mimpi buruk ini harus berakhir. Rencana perdamaian harus dilaksanakan sepenuhnya, dan kita tidak boleh membiarkan solusi dua negara menghilang di depan mata kita," tutur Guterres.
Guterres memberikan penghargaan kepada Indonesia yang selama ini konsisten mendukung rakyat Palestina dan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.
Ia menegaskan pentingnya kerja sama Indonesia dalam memperbarui semangat multilateralisme. Dirinya berharap negara-negara dapat bekerja bersama untuk mereformasi lembaga internasional, memperkuat akuntabilitas, dan membangun sistem kerja sama yang mampu menjawab tantangan abad ke-21.
"Sekali lagi, saya berterima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia karena telah membantu menunjukkan jalan ke depan," ujar Guterres.










