TVRINews, Sukabumi
Gus Ipul Tegaskan Pendidikan Jadi Jalan Teruji Memutus Rantai Kemiskinan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen pemerintah dalam memutus transmisi kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Hal ini disampaikan saat dirinya meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi dalam menyambut tahun ajaran baru, Jumat, 1 Mei 2026.
Gus Ipul menyatakan, Sekolah Rakyat merupakan gerakan strategis untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Sejak mulai beroperasi pada Juli 2025, kata Gus Ipul, program ini terus menunjukkan hasil positif dalam mengubah kondisi fisik maupun mental para siswa.
"Ini adalah sebuah gerakan untuk memutus mata rantai kemiskinan lewat jalan yang paling teruji dan terpuji, yaitu pendidikan," tegas Gus Ipul dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 2 Mei 2026.
Seleksi Ketat Berdasarkan Data Kemiskinan
Proses penerimaan siswa baru di Sekolah Rakyat dipastikan berjalan secara transparan, gratis, dan bebas dari praktik "titipan". Penjangkauan calon siswa dilakukan secara aktif oleh pendamping sosial dengan menyasar anak-anak yang putus sekolah atau berisiko putus sekolah.
Seleksi sepenuhnya mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Fokus utama diberikan kepada keluarga yang berada pada kategori desil 1 dan 2, atau kelompok dengan status sosial ekonomi terbawah.
"Bapak Presiden memberikan perhatian khusus kepada keluarga prasejahtera di desil 1 dan 2 untuk memberikan kesempatan belajar dengan lingkungan yang berkualitas," ujar Gus Ipul.
Perubahan Signifikan dan Target Ekspansi Masif
Dalam kunjungannya, Gus Ipul menyempatkan diri berdialog dengan para siswa. Ia mengapresiasi transformasi siswa yang kini terlihat lebih bugar, percaya diri, dan memiliki impian masa depan yang jelas, mulai dari keinginan menjadi TNI, dokter, hingga dosen.
Berdasarkan data Kementerian Sosial, sejak pertama kali diluncurkan pada 14 Juli tahun lalu, Sekolah Rakyat telah menampung lebih dari 15 ribu siswa di seluruh Indonesia. Pemerintah memasang target ambisius untuk melipatgandakan daya tampung tersebut.
"Daya tampung ini ditargetkan bertambah menjadi lebih dari 45 ribu siswa pada tahun ajaran baru ini. Tahun 2027 ditargetkan naik secara masif hingga lebih 100 ribu siswa, dan pada tahun 2029-2030 insya Allah bisa mencapai lebih dari 400 ribu siswa," jelas Mensos.
Dengan ekspansi yang berkelanjutan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tulang punggung pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.










