
80 Rumah Tahan Gempa Cianjur Sudah Bisa Dihuni Akhir Desember 2022
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Cianjur
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan proses rekonstruksi bangunan dan relokasi rumah korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Targetnya, proses serah terima sudah mulai dilakukan pada Desember 2022.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, instansi yang dibawahinya telah memulai pembangunan rumah bagi warga yang akan direlokasi pasca gempa. Itu sesuai dengan lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.
"Kami menugaskan PT Brantas Abipraya untuk segera bekerja, lokasinya di Cilaku sekitar 2,5 ha dan Mande sekitar 30 ha. Saat ini sedang dikerjakan 4 unit dari 200 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan struktur rumah tahan gempa," kata Menteri Basuki dalam pernyataan tertulis, Selasa (6/12/2022).
Baca Juga: Persiapan Nataru, Dirjen Hubdat Pantau Pos Lalu Lintas Gadog
Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menargetkan, pada akhir Desember 2022 sudah dapat dilakukan serah terima tahap I sebanyak 80 unit.
"Pekerjaan dilaksanakan secara paralel untuk pekerjaan pondasi, instalasi Risha, pekerjaan arsitektur, jalan, saluran, dan air bersih. Selanjutnya untuk serah terima tahap II sebanyak 120 unit ditargetkan pada minggu ke 3 Januari 2023," ujar Iwan Suprijanto.
Baca Juga: Kementerian PUPR Mulai Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Fasos Dan Fasum Pasca Gempa Cianjur
Dengan penyelesaian secara bertahap, diharapkan Iwan seluruh pekerjaan dapat rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri/ Lebaran 2023 sesuai target yang diberikan oleh Menteri PUPR.
"Untuk di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku seluas 2,5 ha akan dibangun 200 unit rumah tipe 36/75 m, dengan progres 2 rumah diselesaikan malam ini. Lokasi kedua di Desa Mulyasari, Kecamatan Mande seluas 30 ha dibangun 1.600 unit dilengkapi IPA, IPAL, TPST, Fasos Fasum dan jalan lingkungan," ucap Iwan Suprijanto.
Editor: Redaktur TVRINews
