TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyoroti penghitungan kebutuhan anggaran pendidikan tinggi gratis secara cermat dan berbasis data, disertai penyusunan sejumlah alternatif skema pembiayaan sebagai bahan pertimbangan kebijakan, masih terus dilakukan kajiannya.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek M. Samsuri dalam kunjungan kerja (kunker) bersama Komisi X DPR RI ke Provinsi Jawa Timur, Jumat, 9 Oktober 2026.
Samsuri mengatakan, peningkatan mutu perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), evaluasi kuota penerimaan mahasiswa baru, serta perluasan akses pendidikan tinggi juga menjadi hal yang perlu mendapat perhatian bersama.

(Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek M. Samsuri. [Foto: Diktisaintek])
“Kita perlu mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Dengan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi yang masih perlu ditingkatkan, upaya kita tidak hanya berfokus pada mahasiswa yang sudah mengakses pendidikan tinggi,” jelas Samsuri dikutip dari keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Sementara Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro mengapresiasi berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh para pemangku kepentingan di Kabupaten Pasuruan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan di bidang pendidikan, kebudayaan, pendidikan tinggi, kepemudaan dan olahraga, riset dan inovasi, perpustakaan, serta statistik.
“Kami mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi dan kerja sama dalam meningkatkan mutu dan kualitas di berbagai bidang tersebut guna mendukung pembangunan Provinsi Jawa Timur yang berkelanjutan dan berdaya saing, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” ujar Agung.
Lebih lanjut Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori mengatakan menyambut baik kunjungan kerja Komisi X DPR RI sebagai momentum untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan daerah.Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami berharap aspirasi dan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dapat selaras dengan kebijakan Komisi X DPR RI, sehingga kunjungan kerja ini menghasilkan rekomendasi dan tindak lanjut yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ungkap Bupati Pasuruan.
Sebagai bagian dari upaya mendukung perluasan akses pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek bersama Komisi X DPR RI turut menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Universitas PGRI Wiranegara, Universitas Merdeka Pasuruan, dan Akademi Kebidanan Sakinah.
Kemdiktisaintek mendorong optimalisasi program KIP Kuliah melalui koordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) dan perguruan tinggi. Program ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Melalui perluasan akses tersebut, pemerintah berupaya mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.










