TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan usulkan inovasi rute perjalanan dari Rengasdengklok guna memperluas penghayatan generasi muda.
Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Kebudayaan melalui Indonesia Heritage Agency (Museum dan Cagar Budaya) bersama Museum Perumusan Naskah Proklamasi menggelar rangkaian perhelatan bertajuk “Bulan Proklamasi”.
Agenda rutin ini diselenggarakan untuk mengenang kembali detik-detik peristiwa bersejarah perumusan naskah proklamasi pada 16 Agustus 1945. Rangkaian kegiatan utama tahun ini meliputi Tapak Tilas Proklamasi 2026, pameran temporer bertema “Merdeka, Berdaulat, dan Menempa Rupa: Kilas Balik Proklamasi dan Perjalanan Mata Uang sebagai Saksi Kemerdekaan”, serta program Night at Museum.
Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, hadir secara langsung untuk membuka kegiatan Tapak Tilas Proklamasi. Dalam sambutannya, Menbud menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sarana penting untuk menelusuri jejak sejarah, memahami nilai perjuangan, persatuan, pengorbanan, serta kobaran semangat kebangsaan para pendahulu bangsa.
“Tapak tilas proklamasi ini harus kita maknai sebagai praktik literasi sejarah. Kita berjalan melewati ruang kota sambil membaca lapisan sejarah, menghubungkan nama tempat, artefak, dan peristiwa,” tegas Menbud Fadli, Sabtu, 16 Agustus 2026.
Sebagai agenda tahunan yang konsisten diselenggarakan sejak 1983 setiap tanggal 16 Agustus, Tapak Tilas Proklamasi melibatkan partisipasi luas dari kalangan pelajar seperti SMKN 27 Jakarta, SMP Tara Salvia, MBRASS SMAN 68 Jakarta, Paskibraka SMKN 11 Maret, dan SMAN 51 Jakarta serta berbagai elemen masyarakat dan komunitas budaya.
Ke depan, Menbud Fadli mengusulkan adanya inovasi rute pelaksanaan Tapak Tilas dengan memberangkatkan peserta dari Rengasdengklok menuju Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
Pameran Numismatik dan Arsip Foto Saksi Kemerdekaan
Rangkaian "Bulan Proklamasi" juga diisi dengan pameran foto dan numismatik hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan bersama Perum LKBN ANTARA. Pameran ini menampilkan arsip visual berharga, termasuk karya fotografi bersejarah dari Mendur bersaudara, serta koleksi mata uang dan prangko yang merekam perjalanan kedaulatan bangsa.
Saat membuka pameran tersebut, Menbud Fadli menekankan bahwa arsip, foto, dan alat pembayaran sah merupakan bagian dari memori kolektif bangsa yang menjadi saksi bisu lahirnya Republik Indonesia.
“Saksi kemerdekaan juga ada pada mata uang dan prangko. Tahun lalu kita merilis prangko pendiri bangsa. Tahun ini kita memamerkan foto kesaksian penting dari Mendur bersaudara,” ujar Menbud.
Menutup rangkaian pembukaan Bulan Proklamasi, Menbud Fadli Zon mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai kemerdekaan ke-81 ini dengan terus mengisi kemerdekaan melalui karya terbaik demi mewujudkan cita-cita bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.










