
Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (TVRINews/Krisafika Taraisya)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan pentingnya kualitas dalam pembangunan rumah subsidi. Dalam pertemuan bersama para pengembang perumahan, ia menekankan bahwa rumah subsidi bukan hanya soal harga murah, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan profesional dari para pengembang.
“Ukuran rumah memang penting, tapi bukan satu-satunya ukuran. Kita temukan banyak rumah subsidi yang luasnya 60 meter tapi kualitasnya buruk, bocor, banjir, dan tidak layak huni. Itu tidak bisa kita biarkan,” ujar Maruarar di Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis 12 Juni 2025.
Menurutnya, dalam konteks program perumahan rakyat, pengembang memegang peran strategis sebagai “jembatan” antara negara dan rakyat. Pemerintah bisa menyiapkan kebijakan, subsidi, dan fasilitas pembiayaan, namun hasil akhir di lapangan sangat bergantung pada pelaksana di sektor swasta.
“Saya ingin pengembang yang bertanggung jawab, punya etika, dan menghasilkan rumah yang layak. Percuma negara kasih subsidi bunga, DP rendah, tapi rumahnya tidak manusiawi,” tegasnya.
Kemudian, Menteri PKP juga meminta asosiasi pengembang dan industri perumahan untuk mengajak media dan masyarakat melihat langsung rumah subsidi yang berkualitas dan yang tidak, agar publik dapat menilai sendiri.
Maka dari itu, ia menekankan bahwa program rumah subsidi ke depan tidak boleh didominasi oleh segelintir pengembang besar. Pemerintah justru ingin memberdayakan ratusan pengembang kecil dan menengah yang berkomitmen terhadap kualitas.
“Program ini harus adil dan merata. Jangan sampai hanya pengembang besar yang dapat akses. Kita akan dukung yang kecil juga, asal mereka serius dan profesional,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Ulang Tipe Rumah Subsidi, Fokus ke Kawasan Perkotaan
Editor: Redaktur TVRINews
