Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Lumajang
Hampir satu pekan terjadinya luapan banjir lahar dingin Gunung Semeru, proses pembersihan material vulkanik masih terus berlangsung. Proses pembersihan berjalan lambat karena banyaknya material yang menumpuk rumah warga dan fasilitas umum.
Salah satu daerah yang terdampak luapan banjir lahar dingin Gunung Semeru adalah Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Di desa ini, ratusan petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri serta relawan diterjunkan untuk membersihkan material vulkanik yang tersebar di semua tempat.
Selain ratusan personil, dua alat berat dan juga kendaraan pengangkut material juga diterjunkan ke lokasi terdampak ini, namun karena banyaknya material vulkanik Gunung Semeru yang menumpuk membuat proses pembersihan berjalan lambat. Tidak tanggung-tanggung, ketebalan material vulkanik yang menumpuk hampir satu meter.
Baca juga: Gunakan Teknologi Intelligent Control, Ini Inovasi Mobil Listrik Pengangkut Barang Tanpa Awak
Desa Nguter sendiri merupakan daerah hilir dari aliran lahar dingin Gunung Semeru. Data dari BPBD Kabupaten Lumajang menyebutkan ada lebih dari 50 rumah warga, dua sekolah, satu tempat ibadah, dan jalan desa yang tertimbun material vulkanik Gunung Semeru.
”Fokusnya pembersihan endapan dari banjir 7 Juli kemarin. Prioritasnya membersihkan dan membuka akses jalan yang saat ini sudah 50 persen. Yang kedua membersihkan fasilitas umum seperti sekolah dan yang ketiga rumah-rumah penduduk”, tegas Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi.
Hingga saat ini ada lebih dari seribu pengungsi yang berasal dari 6 kecamatan di Kabupaten Lumajang yang masih bertahan di 16 titik pengungsian sedangkan masa tanggap darurat bencana akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2023.
Selama itu pula, seluruh petugas dari semua elemen yang ada akan bekerja ekstra keras memberikan pelayanan terbaik kepada warga terdampak.
Editor: Redaktur TVRINews
