TVRINews, Tangerang
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta kembali meraih pengakuan internasional dengan mempertahankan posisi 10 besar layanan imigrasi bandara terbaik dunia versi Skytrax pada 2025 dan 2026.
Penghargaan tersebut diperoleh berdasarkan hasil survei independen yang dilakukan Skytrax terhadap penumpang internasional yang melintas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, termasuk dalam layanan Makkah Route.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti konsistensi transformasi layanan keimigrasian berbasis digital yang terus dikembangkan.
“Peringkat ini diperoleh murni dari hasil survei penumpang internasional yang melintas. Proses surveinya juga dilakukan langsung oleh Skytrax tanpa pemberitahuan kepada kami,”kata Galih dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang mendukung peningkatan kualitas layanan adalah optimalisasi penggunaan autogate di area kedatangan dan keberangkatan internasional. Sistem tersebut dinilai mampu mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian dibandingkan layanan manual sebelumnya.
Meski layanan digital terus diperluas, Imigrasi Soekarno-Hatta tetap menyediakan pemeriksaan manual bagi penumpang tertentu, seperti pemegang paspor non-elektronik atau dokumen perjalanan yang belum dapat diproses melalui sistem otomatis.
Selain itu, penerapan platform digital terpadu melalui sistem All Indonesia turut membantu memperlancar arus penumpang internasional. Melalui sistem tersebut, proses deklarasi yang sebelumnya dilakukan terpisah oleh berbagai instansi kini terintegrasi dalam satu layanan digital.
Galih menjelaskan, sebelumnya proses pemeriksaan dilakukan secara parsial oleh masing-masing lembaga, seperti imigrasi, bea cukai, karantina, dan layanan kesehatan. Kini seluruh proses tersebut telah digabung dalam satu platform sehingga penumpang tidak lagi perlu mengisi dokumen secara manual menggunakan kertas.
Ke depan, Imigrasi Soekarno-Hatta juga tengah mempersiapkan implementasi Seamless Corridor Gate. Inovasi tersebut diproyeksikan dapat mendukung pelayanan yang lebih cepat dan nyaman, khususnya bagi jemaah haji dan penumpang tertentu.
Capaian Skytrax ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kualitas layanan publik di sektor keimigrasian Indonesia sekaligus memperkuat komitmen Kemenimipas dalam menghadirkan pelayanan yang modern, cepat, adaptif, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.










