TVRINews, Jakarta
Forum Nasional Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi alumni dalam pembangunan nasional. Fokus program meliputi penguatan pendidikan dan riset, pengembangan ekonomi syariah, literasi digital, serta penguatan kehidupan keagamaan yang inklusif dan moderat.
Agenda tersebut akan menjadi pembahasan utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana Forum Nasional IKA PTKIN yang akan berlangsung pada 13–15 Juli 2026. Selain menyusun program kerja organisasi, Rakernas juga akan membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta merumuskan pokok-pokok pikiran strategis sebagai pedoman arah organisasi ke depan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar selaku Pembina Forum Nasional IKA PTKIN berharap organisasi tersebut dapat menjadi wadah yang menyatukan kekuatan para alumni untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
“Di sinilah letak strategisnya Forum Nasional IKA PTKIN dalam menyatukan energi alumni agar kokoh dan tangguh dalam mewujudkan visi besar bersama,”kata Menag Nasaruddin dalam keterangan tertulis, , dikutip, Minggu, 12 Juli 2026.
Menurut Nasaruddin, Forum Nasional IKA PTKIN memiliki peran penting dalam mengoptimalkan kontribusi alumni, khususnya dalam menghadirkan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional.
Ketua Harian Forum Nasional IKA PTKIN yang juga Ketua Panitia Rakernas dan Seminar Nasional, Ismail Cawidu, menjelaskan bahwa Rakernas diselenggarakan bersamaan dengan Seminar Nasional agar penyusunan program organisasi memperoleh masukan yang lebih komprehensif dari berbagai kalangan.
“Insyaallah kegiatan ini akan diikuti perwakilan pengurus IKA dari 59 PTKIN se Indonesia, para Rektor PTKIN dan tidak kurang dari 400 Guru Besar (Professor), dengan berbagai latar belakang, yang tersebar di seluruh PTKIN di tanah air. Alhamdulillah mereka telah mengkonfirmasi kehadirannya,”ungkap Ismail Cawidu.
Ia menilai tingginya antusiasme peserta mencerminkan besarnya harapan terhadap Forum Nasional IKA PTKIN sebagai wadah kolaborasi alumni dalam memperkuat pemikiran keislaman, pengabdian kepada masyarakat, dan semangat kebangsaan bersama civitas akademika PTKIN.
“Rakernas sengaja dipadukan dengan Seminar Nasional agar proses penyusunan program organisasi memperoleh masukan dari berbagai perspektif, mulai dari para guru besar, tokoh nasional, hingga alumni yang berkiprah langsung di tengah masyarakat,”lanjutnya.
Ismail menambahkan, pembahasan dalam Rakernas akan difokuskan pada optimalisasi potensi alumni, peningkatan kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, serta penguatan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.










