TVRINews, Magelang
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa tantangan yang akan dihadapi perwira TNI di masa depan tidak lagi terbatas pada ancaman militer konvensional.
Para taruna dituntut memahami perubahan geopolitik global, disrupsi teknologi, hingga keterkaitan antara pertahanan, pembangunan, dan ekonomi nasional. Hal itu disampaikan AHY saat memberikan kuliah umum kepada para taruna di Akademi Militer Magelang, Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut AHY, perwira modern harus memiliki perspektif yang lebih luas dalam membaca perkembangan dunia. Ancaman terhadap negara, kata dia, tidak selalu hadir dalam bentuk agresi militer, tetapi juga dapat berupa krisis energi, gangguan rantai logistik, serangan siber, hingga persaingan teknologi yang semakin ketat.

"Perwira masa depan harus memahami bahwa pertahanan negara tidak hanya dibangun dengan senjata. Ketahanan bangsa juga ditentukan oleh ekonomi yang kuat, infrastruktur yang andal, energi yang cukup, dan kemampuan membaca perubahan geopolitik dunia," ujar AHY dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 12 Juli 2026.
Dalam kuliah umumnya, AHY memaparkan sejumlah tren global yang tengah membentuk tatanan dunia, mulai dari perubahan konfigurasi kekuatan global, persaingan rantai pasok internasional, kompetisi penguasaan teknologi, hingga perebutan sumber daya strategis.
Kemudian, ia menilai Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, garis pantai sekitar 108 ribu kilometer, serta perairan yang menjadi jalur penting perdagangan global. Karena itu, konsep keamanan nasional harus dipahami secara lebih terintegrasi.
Lebih lanjut, AHY juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam memperkuat pertahanan negara. Menurutnya, pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, bendungan, dan berbagai konektivitas lainnya bukan sekadar mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan ketahanan wilayah, mempercepat mobilitas, serta memperkuat daya saing bangsa.

"Membangun jalan, pelabuhan, bandara, bendungan, dan konektivitas bukan hanya agenda pembangunan. Dalam perspektif yang lebih luas, itu adalah investasi untuk memperkuat daya tahan dan daya saing bangsa," tegasnya.
Menutup kuliah umum tersebut, AHY mengingatkan bahwa pemimpin militer masa depan harus mampu melihat hubungan erat antara pertahanan, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat sebagai satu kesatuan strategi nasional dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam kunjungan ke Akademi Militer Magelang, AHY turut didampingi sejumlah pejabat Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta Kementerian Pekerjaan Umum.










