TVRINews, Jakarta
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menetapkan tema Natal 2025 yakni 'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga'. Tema ini dipilih karena Natal menjadi momentum refleksi bahwa PGI-KWI mengajak umat Katolik untuk kembali menaruh perhatian kepada keluarga.
Humas Keuskupan Agung Jakarta, Susyana Suwadie atau disapa Sisy menyampaikan bahwa persoalan keluarga telah menjadi sorotan dari Kardinal Ignatius Suharyo, hingga akhirnya dipilih lah tema yang diangkat dari Matius 1:21–24.
"Ini menjadi garis, sorotan juga dari Bapak Kardinal yang begitu prihatin dengan kejadian-kejadian terkait dengan keluarga. Bagaimana di keluarga itu sekarang ini banyak juga mengalami berbagai tantangan. Kemudian juga belum lagi adanya perdagangan manusia misalnya terkait dengan anak dan lain-lain. Nah itu sungguh mendapat sorotan dan juga keprihatinan,". Ujar Sisy
Oleh karenanya, PWI dan KWI menekankan bahwa keluarga haruslah menjadi pusat, kemudian juga mempunyai kasih. Sisy mencontohkan Tuhan Yesus yang hadir membawa kasih dan kedamaian.
"Kasih inilah yang diberikan oleh Tuhan Yesus yang hadir lahir di dunia ini. Membawa kasih dan damai kepada kita terutama melalui keluarga kecil ini yang akan tentunya dibagikan kepada yang lebih besar lagi lingkungan-lingkungan kita maupun sahabat dan juga negara kita," ujarnya.
Sisy menambahkan bahwa saat ini dengan adanya bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra tentu membawa keprihatinan yang mendalam. Oleh karenanya pihak PWI dan KWI juga mengajak jemaat untuk berbela rasa, dengan menyisihkan rezeki untuk korban bencana.
"Kita juga mengajak umat untuk bisa saling ikut berbela rasa. Jadi disini bela rasa itu selalu ditekankan sudah bertahun-tahun dari Keuskupan Agung Jakarta untuk bisa ikut berbela rasa menyisihkan misalnya tabungan atau apa untuk bisa membantu korban bencana," lanjutnya.
Ia juga mencontohkan bahwa anak kecil dapat ikut berbela rasa dengan menyisihkan tabungan untuk membantu sesama dan menumbuhkan kepekaan sosial.
"Di katedral itu ada dua celengan ayam di depan di altar. Itu yang bisa dilakukan oleh anak-anak begitu selesai mendapatkan berkat mereka membawa tabungan mereka untuk dimasukkan ke dalam celengan ayam. Ini yang akan dipersembahkan bagi teman-temannya yang membutuhkan yang mendapatkan bencana, musibah dan lain-lain. Itulah kepekaan bela rasa yang sudah diajarkan kepada anak-anak sejak dini," lanjutnya
Salah satu jemaat Gereja Katedral, Yurika menyampaikan bahwa salah satu pesan dari natal tahun ini adalah keprihatinan atas bencana yang terjadi. Oleh karenanya momentum Natal juga dimaknai untuk menjaga Bumi.
Hal ini disampaikan Yurika, usai mengikuti Misa Natal, Rabu sore 24 Desember 2025.
"Kesannya sangat khusyuk dalam ibadah. Lalu pesan Romo, semoga Natal tahun ini damai di hati dengan damai bagi dunia," terang Yurika saat ditanyai oleh tvrinews.com.
"Kita harus bersyukur di sini bisa merayakan Natal dengan suasana yang nyaman. Sedangkan saudara-saudara kita di Sumatera itu masih dalam keadaan yang masih kelaparan, butuh tempat tinggal. Kita harus prihatin sesuai dengan tema Natal juga yang keempat kemarin. Bagi bumi, kita harus lebih menjaga bumi, tempat tinggal kita," tutur Yurika.










