TVRINews, Karawang
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut implementasi mandatori biodiesel B50 dapat meningkatkan kebutuhan minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di dalam negeri. Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat pasar domestik sekaligus memberikan kepastian bagi petani sawit.

"Bapak Presiden kami juga melaporkan bahwa B50 ini meningkatkan kebutuhan CPO kita dari 15,2 juta menjadi 16,3 juta sampai dengan 17 juta ton," kata Bahlil di Karawang, Kamis, 9 Juli 2026.
"Sehingga dapat membantu memberikan kepastian pasar bagi petani sawit," lanjutnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan CPO untuk program B50 juga menjadi strategi pemerintah dalam memperkuat hilirisasi di dalam negeri.
"Jadi kalau pengusaha-pengusaha kita Pak katakanlah CPO harganya di luar rendah dan negara lain tidak mau. Yaudah Pak kita sebagian kita sisihkan aja untuk kita bangun hilirisasi B50 supaya harga petani naik, industri naik, negara sejahtera," ujarnya.
Sebagai informasi, B50 merupakan biodiesel yang terdiri atas campuran 50 persen bahan baku nabati berbasis minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan 50 persen solar konvensional.
Pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri sekaligus mendukung pengembangan sektor energi berbasis sumber daya lokal.










