Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menerangkan bahwa enam Kementerian dan Lembaga telah memanfaatkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga dalam pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.
Pemutakhiran ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan akurasi dan kualitas data yang digunakan dalam berbagai program, seperti Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Percepatan Penurunan Stunting, dan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Salah satu contoh pemanfaatan data Pemutakhiran Pendataan Keluarga adalah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program Bedah Rumah.
Baca juga: Kejuaraan Asia Junior 2023: Indonesia Gagal Juara di Hadapan Publik Sendiri
Selain itu, Badan Pangan Nasional juga memanfaatkan data tersebut untuk mendistribusikan bantuan pangan berupa telur dan daging ayam kepada keluarga berisiko stunting melalui Program Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah.
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan bahwa pada tahun 2023 ini merupakan tahun kedua dilakukannya pemutakhiran terhadap data hasil Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK-21), pemetaan data sebanyak 68 juta keluarga Indonesia secara by name by address.
“Tahun ini, target pemutakhiran data keluarga dilakukan terhadap 15,5 juta keluarga pada 13.611 desa atau kelurahan yang menjadi wilayah pemutakhiran dengan melibatkan 101.629 kader pendata,” kata Hasto pada Apel Disiplin ASN, kantor BKKBN, Jakarta, Senin, 10 Juli 2023.
Hasto juga mengatakan bahwa data hasil Pendataan Keluarga dan pemutakhirannya telah dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, swasta, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam program-program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting.
Beberapa Kementerian dan Lembaga yang telah memanfaatkan data ini antara lain Kementerian PUPR, Badan Pangan Nasional, Badan Informasi Geospasial, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Badan Amil Zakat Nasional, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Baca juga: Gencarkan Integrasi Layanan Kesehatan, Kemenkominfo Sosialisasi Aplikasi Satu Sehat
Editor: Redaktur TVRINews
