TVRINews, Kalimantan Timur
Sistem kelistrikan di Kalimantan Timur saat ini mengalami surplus daya sebesar 152,41 megawatt. Namun, di tengah ketersediaan daya tersebut, masih terdapat 72 desa dengan total 58.725 kepala keluarga yang belum mendapatkan akses listrik.
Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kapasitas pembangkit yang diiringi dengan perluasan jaringan listrik, khususnya ke wilayah terpencil dan daerah yang belum terjangkau layanan PLN.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan keterbatasan akses listrik masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan.
Selain desa yang belum teraliri listrik, pemerintah daerah mencatat masih terdapat sekitar 926 kilometer sirkuit jaringan, mulai dari antar-dusun hingga tingkat RT, yang belum terjangkau layanan PLN.
“72 Desa di Kaltim Masih belum teraliri Listrik secara merata,” kata Bambang, Senin, 5 Oktober 2026.
Berdasarkan data pemerintah daerah, persoalan akses listrik tersebut tersebar di enam kabupaten di Kalimantan Timur.
“Kutai Timur menjadi daerah dengan jumlah rumah tangga belum berlistrik terbanyak, yakni mencapai 24.730 kepala keluarga yang tersebar di 13 desa,” tambahnya.
Kabupaten Kutai Barat tercatat memiliki jumlah desa yang belum teraliri listrik paling banyak setelah Kutai Timur, yakni 21 desa.
Selanjutnya, Berau memiliki 15 desa, Mahakam Ulu 11 desa, Kutai Kartanegara delapan desa, dan Paser empat desa.
Kondisi tersebut menunjukkan persoalan kelistrikan di Kalimantan Timur tidak hanya berkaitan dengan kecukupan dan keandalan pasokan daya, tetapi juga pemerataan akses listrik antardaerah.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong perluasan jaringan listrik, terutama ke kawasan terpencil yang hingga kini belum terjangkau layanan PLN.
Pemerataan akses listrik diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan.










