
Foto: Ilustrasi (Pixabay)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Hari Waisak adalah perayaan yang sangat penting dalam agama Buddha, diperingati oleh umat Buddha di seluruh dunia untuk mengenang tiga momen besar dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yang kemudian dikenal sebagai Buddha.
Ketiga peristiwa penting ini diyakini terjadi pada hari yang sama, yaitu pada saat bulan purnama di bulan Waisak menurut kalender lunar India, yang biasanya jatuh antara bulan April hingga Mei dalam kalender Masehi.
Kelahiran Siddhartha Gautama
Peristiwa pertama yang dirayakan adalah kelahiran Siddhartha Gautama pada tahun 623 SM di Lumbini, yang kini terletak di Nepal. Siddhartha lahir sebagai pangeran di keluarga kerajaan Kapilavastu, dan meskipun hidup dalam kemewahan, ia merasa tidak puas dengan kehidupan istana setelah menyaksikan penderitaan manusia berupa sakit, usia tua, dan kematian.
Pencerahan (Bodhi)
Setelah meninggalkan kehidupan istana, Siddhartha menjalani pencarian spiritual yang mendalam. Di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya, India, setelah meditasi yang penuh konsentrasi, ia mencapai pencerahan pada usia 35 tahun dan dikenal sebagai Buddha, yang berarti "Yang Tercerahkan." Pencerahan ini mengajarkan jalan untuk bebas dari penderitaan (dukkha) melalui Jalan Tengah (Majjhima Patipada).
Parinibbana (Wafatnya Buddha)
Peristiwa ketiga yang diperingati adalah wafatnya Buddha, yang dikenal sebagai Parinibbana. Buddha wafat pada usia 80 tahun di Kushinagar, India. Namun, wafatnya Buddha bukan dianggap sebagai akhir, melainkan sebagai pembebasan sempurna dari siklus kelahiran dan kematian (samsara).
Hari Waisak dirayakan dengan berbagai tradisi keagamaan dan sosial, seperti puja bakti, meditasi, pembacaan kitab suci Tripitaka, dan mendengarkan khotbah Dhamma di vihara. Di Indonesia, terutama di Candi Borobudur, umat Buddha juga melakukan pawai atau prosesi Waisak.
Makna utama dari Waisak adalah perenungan spiritual tentang ajaran Buddha mengenai kasih sayang, welas asih, dan pembebasan dari penderitaan.
Pada hari ini, umat Buddha juga melakukan perbuatan baik, seperti memberi dana, memberi makanan kepada yang membutuhkan, dan membebaskan hewan sebagai simbol kebajikan.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Cabut Sistem Gage pada Libur Hari Waisak 2025
Editor: Redaksi TVRINews
