Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Jombang
Hingga memasuki pekan keempat, harga telur ayam di Kabupaten Jombang belum ada tanda – tanda penurunan. Kondisi ini membawa berkah tersendiri bagi para peternak ayam petelur kecil dan menengah mengingat pasokan dari peternak berskala besar kosong.
Harga telur di tingkat peternak maupun pedagang di Kabupaten Jombang masih mahal di kisaran harga Rp38.000 Perkilo.
Peternakan milik salah satu pelaku usaha ayam petelur yaitu Subhan warga Desa Pojok Kulon, Kecamatan Kesamben, Jombang Jawa Timur. Saat ini harga telur dari kandang masih dipatok Rp28.000 Per Kilogram. Kenaikan harga telur sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Sebelumnya harga telur sempat dikisaran harga normal sekitar Rp23.000 hingga Rp24.000 Per Kilogram.
Baca juga: Djuyamto Sebut Pekan Depan Merupakan Kesempatan Terakhir Saksi A De Charge
Sejumlah penyebab kenaikan harga telur ayam antara lain pasokan peternak ayam petelur kelas besar yang berkurang dan harga pakan ayam yang melambung tinggi.
“Saya sangat bersyukur karena omzetnya meningkat. Di tingkat peternak harga kandang Rp27.800 dan sudah satu bulan lebih bertahan harganya. Sebelumnya sempat turun, 23-24 ribu. Info dari teman-teman peternak besar banyak yang kosong kandangnya.”, ujar Subhan.
Namun demikian, kenaikan harga telur saat ini masih terdapat selisih keuntungan bagi para peternak ayam petelur kelas menengah dan kecil. Berkah margin keuntungan ini bisa diraih setiap hari karena mampu memanen rata-rata Rp30.000 Per Kilogram telur ayam dari kandang.
Fluktuasi harga telur diprediksi akan terus terjadi hingga beberapa bulan kedepan. Hal tersebut diakibatkan kebutuhan konsumen akan telur semakin meningkat memasuki bulan Agustus seiring tingginya permintaan pasar untuk kegiatan seremonial hari Kemerdekaan RI di seluruh daerah.
Baca juga: Diduga Sengaja, 5 Hektare Hutan Jati Hangus Terbakar Di Tuban
Editor: Redaktur TVRINews
