TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan pemerintah memilih langkah cepat dalam menjalankan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, masyarakat tidak bisa terus menunggu proses yang berlarut-larut hanya karena tahapan administrasi dan kajian yang memakan waktu.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.
Dalam pidatonya, Presiden mengkritik kebiasaan birokrasi yang dinilainya terlalu lama dalam menyiapkan sebuah program. Ia mencontohkan penyusunan naskah akademik yang dapat berlangsung berbulan-bulan, kemudian dilanjutkan dengan berbagai rapat dan penyusunan proyek hingga memakan waktu bertahun-tahun.
"Jangan teori tidak tahu bikin naskah akademik dulu Pak, naskah akademik itu biasanya 8 bulan,”ujar Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima tvrinews, Minggu, 12 Juli 2026.
Kepala Negara menilai pola kerja seperti itu tidak lagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan solusi nyata. Menurutnya, jika pembangunan koperasi dilakukan secara bertahap dengan skala yang terlalu kecil, masyarakat di puluhan ribu desa harus menunggu terlalu lama.
"Ada 81.000 desa dan kelurahan, rakyat itu suruh nunggu 8 tahun, saya tidak mau. Saya bertanggung jawab kepada rakyat. Saya memilih jalan yang berani, jalan yang tegas, yang besar tapi terukur dan terjangkau oleh kita,”jelasnya.
Ia mengatakan pemerintah tetap menerapkan tahapan pelaksanaan sesuai kemampuan di lapangan. Ia mengungkapkan jumlah koperasi yang telah beroperasi terus bertambah dan ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai sasaran nasional.
"Langkah 1.000 km dimulai dengan satu langkah, tidak masalah,”ucapnya.
Menurutnya, target yang ditetapkan pemerintah tidak harus tercapai sekaligus dalam waktu singkat. Yang terpenting, program terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kalau target kita satu setengah tahun dan target itu tidak tercapai nggak apa-apa,”lanjutnya.
Kepala Negara menegaskan optimisme menjadi modal penting dalam menjalankan setiap program pemerintah. Ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak ragu atau pesimistis sebelum bekerja karena sikap tersebut justru dapat menghambat keberhasilan.
"Kalau kita berpikir mungkin kalah, mungkin gagal, kita sudah gagal. Tapi kalau kita berpikir kita akan menang dan berhasil, kita akan berhasil untuk rakyat,”tandasnya.
Lebih lanjut, Kepala Negara berharap percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat memperkuat ekonomi kerakyatan, membuka akses pembiayaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.










