TVRINews, Rusia
Indonesia memanfaatkan status sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 untuk memperluas kerja sama industri dengan Rusia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjajaki penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Pemerintah Wilayah Kirov guna mendorong kemitraan bisnis di berbagai sektor industri.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Pemerintahan Wilayah Kirov Federasi Rusia Mikhail Anatolyevich Sandalov di sela Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak menargetkan peningkatan perdagangan bahan baku, produk kimia, komponen industri, investasi, hingga alih teknologi. Selain itu, kemitraan juga diharapkan memperkuat pertukaran informasi ekonomi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor manufaktur.
"Kami menyambut baik semakin eratnya hubungan antara Kemenperin dan Pemerintah Wilayah Kirov. Momentum ini membuka peluang yang lebih luas untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, investasi, dan teknologi. Kehadiran Indonesia sebagai Partner Country di INNOPROM 2026 menegaskan komitmen kuat kami untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan wilayah strategis seperti Kirov," ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resmi, Rabu, 15 Juli 2026.
Agus menilai Wilayah Kirov merupakan salah satu pusat manufaktur yang memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar, menarik investasi, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor industri.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga menyepakati penguatan kemitraan antarpelaku usaha, fasilitasi kerja sama antarorganisasi, serta penyelenggaraan seminar, konferensi, konsultasi, dan berbagai kegiatan bersama untuk mendukung pengembangan industri.
Selain mempererat hubungan ekonomi internasional melalui pertukaran informasi, kerja sama ini juga membuka peluang penyusunan program yang lebih spesifik pada masa mendatang. Bagi Indonesia, langkah tersebut menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring industri sekaligus memperkuat akses pasar di Rusia.
Kemitraan dengan Wilayah Kirov juga diharapkan memberikan peluang bagi pelaku usaha nasional untuk memasok bahan baku, produk kimia, dan komponen industri yang dibutuhkan sektor manufaktur Rusia. Upaya ini dinilai dapat menjadi awal terbentuknya rantai pasok industri yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy mengatakan, tindak lanjut setelah pertemuan bilateral menjadi tahap penting agar peluang kerja sama yang telah dibahas dapat segera diwujudkan.
"Tentu kami berharap semakin banyak pelaku industri di Wilayah Kirov dapat bertemu dengan pelaku industri nasional setelah kegiatan INNOPROM 2026. Dengan begitu, kerja sama industri kedua negara tidak hanya terjalin di tingkat pemerintah, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan bisnis yang nyata dan berkelanjutan,"ungkap Tri Supondy.
Sebagai tindak lanjut, Kemenperin mengundang pelaku usaha dari Wilayah Kirov untuk mengunjungi Paviliun Indonesia di INNOPROM 2026 maupun datang langsung ke Indonesia guna menjajaki peluang investasi dan kemitraan industri.
Pemerintah berharap penjajakan tersebut dapat berkembang menjadi proyek konkret di bidang perdagangan, investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan rantai pasok industri.
Selain itu, kerja sama ini diharapkan semakin memperluas akses pasar produk manufaktur Indonesia di Rusia serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Eurasia.










