TVRINews, Jakarta
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang pendidikan Islam, pengembangan sumber daya manusia, filantropi, serta hubungan antar-lembaga keagamaan kedua negara.
Dalam pertemuan itu, Nasaruddin menyampaikan bahwa Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan yang telah terjalin erat, baik dari sisi diplomatik maupun ikatan keagamaan dan sejarah. Menurutnya, kesamaan nilai-nilai Islam menjadi landasan penting untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor.
"Dua negara memiliki hubungan yang sangat dekat, bukan hanya secara formal, tetapi juga secara spiritual dan psikologis. Karena itu, kerja sama yang telah terjalin perlu terus diperkuat," kata Menag Nasaruddin dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 15 Juli 2026.
Menag juga mendorong peningkatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi Islam melalui pengiriman lebih banyak mahasiswa Indonesia ke perguruan tinggi di Kuwait. Ia menilai Kuwait memiliki kualitas pendidikan yang baik dan dapat menjadi salah satu tujuan studi selain Mesir, Arab Saudi, Turki, maupun Yordania.
Menurutnya, kesempatan belajar di Kuwait perlu diperluas hingga jenjang sarjana, magister, dan doktor, terutama pada bidang syariah dan studi Islam.
"Kami ingin mendorong lebih banyak mahasiswa Indonesia belajar di Kuwait. Kami juga berharap ada dukungan beasiswa sehingga ke depan akan lahir lebih banyak alumni Kuwait di Indonesia," tambahnya.
Selain pendidikan, Nasaruddin mengusulkan penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kementerian Urusan Islam Kuwait.
Kerja sama tersebut diharapkan mencakup pengembangan dakwah, pendidikan keagamaan, pertukaran pengalaman dalam pengelolaan zakat dan filantropi, serta penguatan kapasitas kelembagaan keagamaan di kedua negara.
Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Al-Yassin menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan. Ia menegaskan hubungan Indonesia dan Kuwait selama ini telah berjalan baik dan memiliki sejarah kerja sama yang panjang.
Khalid juga menyatakan pemerintah Kuwait akan menindaklanjuti usulan penambahan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Kuwait. Selain itu, pihaknya membuka peluang untuk memperluas bentuk kerja sama, termasuk antar-kementerian yang membidangi urusan keagamaan.
"Segera saya akan menindaklanjuti usulan tersebut. Jika ada proposal kerja sama lainnya, kami siap membahas dan mengembangkan kolaborasi yang lebih luas antara kedua negara,"pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khalid turut menyampaikan bahwa sejumlah lembaga filantropi dan kemanusiaan asal Kuwait selama ini telah aktif menjalankan berbagai program di Indonesia, mulai dari pembangunan sekolah, masjid, desa percontohan, hingga bantuan bagi anak yatim. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan dapat diperluas melalui sinergi dengan Kementerian Agama.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk meningkatkan kerja sama yang lebih konkret di bidang pendidikan, pengembangan lembaga keagamaan, serta kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Kuwait.










