
Sekolah Rakyat Dinanti, Pekerja Lepas: Banyak Anak Butuh Sekolah
Penulis: Alfin
TVRINews, Sulsel
Seorang pekerja lepas di Kota Makassar, Sumarni berharap Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto dapat diperluas ke lebih banyak daerah, termasuk Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Ibu dari empat orang anak tersebut, ingin agar anak-anak dari keluarga ekonomi lemah memiliki kesempatan mengenyam pendidikan gratis dan berkualitas.
“Kalau saya ingin ada Sekolah Rakyat di Gowa, supaya banyak anak-anak pengangguran di situ yang butuh sekolah, yang harus disekolahkan di sana, di Gowa,” ucap Sumarni saat ditemui di kawasan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang, kota Makassar, Rabu, 11 Juni 2025.
Ia menceritakan kondisi keluarganya yang hidup sederhana sebagai pekerja lepas. Sumarni memiliki empat anak yang semuanya sedang menempuh pendidikan formal.
Baca Juga: Kereta Cepat akan Diperluas ke Surabaya, Kemenhub Lakukan Kajian Jalur
“Anak saya empat. Ada 16 tahun, 14 tahun, 12 dengan 9 tahun,” katanya.
“Semuanya sekolah,” lanjut Sumarni.
Dua anaknya saat ini menempuh pendidikan kejuruan dan menengah pertama, sementara satu anaknya baru akan mendaftar ke SMP.
“Di SMK 2, SMP 4, sama satu baru mau mendaftar sekolah di SMP 49,” jelasnya.
Sumarni mengaku tertarik dengan program Sekolah Rakyat saat melihat langsung fasilitas yang disiapkan di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulawesi Selatan, ketika Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan kunjungan pada Kamis, 8 Mei 2025.
“Saya bertanya waktu ada acaranya di sini (Gedung BPSDM),” cerita Sumarni.
Namun, keinginannya agar anaknya bisa ikut program tersebut belum bisa terwujud. Sebab, Sekolah Rakyat yang berada di BPSDM Sulsel dikhususkan untuk warga Kota Makassar, sedangkan keluarga Sumarni secara administratif tercatat sebagai warga Gowa.
“Saya pernah bertanya bisa mendaftar untuk Sekolah Rakyat? Dia bilang ada sekolah khusus untuk Gowa, kalau ini (BPSDM) untuk Makassar,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah segera memperluas jangkauan program ini ke berbagai wilayah, termasuk Gowa, dengan menambah kapasitas dan lokasi Sekolah Rakyat.
“Supaya banyak anak-anak dari golongan ekonomi lemah tetap mendapat akses pendidikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Gedung BPSDM Sulsel di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, kini sedang disiapkan untuk difungsikan sebagai Sekolah Rakyat jenjang SMA. Fasilitas ini mampu menampung hingga 150 siswa dari keluarga miskin dan ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026.
“Dialihfungsikan untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Dan kami dapat sampaikan kesiapan BPSDM Sulawesi Selatan untuk program ini saat ini boleh kami presentasikan kira-kira sudah mencapai 80 persen,” kata Kepala BPSDM Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, Rabu, 11 Juni 2025.
Gedung ini dilengkapi enam ruang kelas, fasilitas asrama, dan akan menampung 75 siswa laki-laki dan 75 siswa perempuan. Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo dan menjadi program nasional di bawah Kementerian Sosial untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis yang berkonsep asrama.
Editor: Redaktur TVRINews
